70 Persen TKI Bermasalah Di Luar Negeri

MALANG – Tingginya angka jumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bermasalah di luar negeri, bahkan jumlahnya diperkirakan mencapai angka 70 persen.

Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Malang terus menggalang Gerakan Pencegahan Pengiriman TKI Ilegal atau unprosedural. Gerakan yang diklaim sebagai gerakan moral ini, melibatkan semua stageholder yang berkaitan dengan pengiriman TKI/TKW ke luar negeri.

Seperti disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Malang Yoyok Wardoyo mengaku 70 persen tenaga kerja Indonesia bermasalah di luar negeri. Menurutnya kondisi ini harus segara diatasi atau setidaknya diminimalisir.  Salah satu caranya mengadakan pertemuan secara rutin. Hal ini disampaikannya dalam acara silaturahmi dengan semua perusahaan pengerah tenaga kerja di Hotel Mirabel Malang, Rabu (28/03/2018)

Acara ini dikemas dalam temah Bersinergi Mencegah dan Menanggulangi Pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) & TKA.

Mantan Kasdim Malang ini mengaku munculnya TKW bermasalah diprediksi terjadi sejak awal perekrutan menjadi calon TKI. “Atau bisa saja awalnya legal namun setelah masa kontrak selesai masalah baru timbul. Karena tergiur dengan iming – iming atau janji dari TKW yang sudah lama di sana keluar dari perusahaan yang merekrutnya,” ujarnya.

Yoyok Wardoyo mengaku terus mengikuti perkembangan masalah TKW melalui media sosial. Dari informasi media tersebut diperoleh gambaran data pemulangan dari TKW bermasalah dari Malaysia sebanyak 3000 orang. “Di Timor Tengah yang tunggu dideportase tak terhitung jumlahnya. Ini ironi sekali,” paparnya.

Yoyok berharap melalui wadah silahturahmi, Disnaker ingin mengetuk nurani dari semua stake holder agar berjanji untuk bekerja secara legal atau mengikuti prosesur resmi. Terutama petugas lapangan atau rekruiter, dihimbau tidak menambah permasalahan pekerja migran di Malang.

Sementara itu Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Malang, Ny Jajuk Rendra Kresna mengatakan Kabupaten Malang termasuk salah satu kantong penyumbang tenaga kerja di luar negeri. Istri Bupati Malang ini mengatakan keterbatasan lapangan kerja menjadi alasan mengapa banyak warga negara mencari nafkah ke luar negeri. “Keinginan hidup baik adalah hak asasi setiap warga negara. Karena itu bagi yang berniat menjadi TKW harus diawasi dan dilindungi,” katanya.

Dikatakan bagi calon tenaga kerja ke luar negeri disarankan untuk memikirkan secara matang. Terutama melakukan kesepakatan dengan keluarga. “Harus pertimbangkan. Berangkat dengan cara yang benar. Ini harus ditata mulai sekarang,” papar Jajuk Rendra Kresna dihadapan ratusan peserta.

Jajuk berpesan kepada para calon TKW yang rencana keluar luar negeri agar bisa beradaptasi di negara tujuan. Terutama negara – negara seperti Hongkong dan Thailand. ” Di sana negara non muslim. Waktu untuk sholat saja susah,” tandas Jajuk.yos naiobe

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *