Ketua DPD Minta PMKRI Menjaga NKRI

JAKARTA- Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia Oesman Sapta Odang atau yang lazim disapa Oso, mengapresiasi intelektualitas yang dimiliki mahasiswa Katolik. Karena itu dia berpesan pada Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) untuk menjaga NKRI.

Pesan ini disampaikan kepada Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI), ketika beraudiens dengan Oso di ruang kerjanya, Selasa (24/04/2018)

“Dulu pemuda berjuang untuk kemerdekaan tanpa isu SARA, seharusnya hal yang sama digunakan untuk menjaga NKRI dari ancaman yang merusak persatuan,” kata Oso.

Dalam tatap muka tersebut, selain membahas persoalan bangsa, Oso  menghimbau PMKRI dan para pemuda belajar meneladani kepemimpinan Presiden RI Joko Widodo. Menurutnya Jokowi dinilai sebagai sosok pemimpin yang bekerja keras, membangun bangsa dan tanah air.

“Tak ada presiden seperti Jokowi yang bekerja keras hingga ke pelosok, kita belajar dari beliau untuk membangun dari daerah,” tandasnya.

Karena itu, kader bangsa PMKRI sebagai intelektual-intelektual muda Katolik harus mampu memberi warna di dalam kehidupan demokratis yang majemuk di Indonesia.

“Katolik itu terkenal sebagai intelektual, karena itu harus menjadi pembeda dalam mewarnai ke-Indonesiaan kita”, ungkapnya.

Sementara itu Ketua Presidium PP PMKRI, Juventus Prima Yoris Kago menegaskan sikap PMKRI  untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dalam tahun politik.

“Sikap PMKRI ke depan adalah membumikan Pancasila dan menegaskan ke-Indonesiaan kita, dalam bingkai persatuan di tahun kontestasi kepemimpinan ini,” tegas Juventus.

Dikatakannya, komitmen PMKRI untuk menjaga persatuan Indonesia dalam bingkai kemajemukan, dinyatakan melalui tagline politik kebijakan PMKRI selama dua tahun ke depan yakin Kita Indonesia.

Komitmen ini telah dirumuskan dalam tagline Kita Indonesia, yang menjadi nafas kebijakan kami selama dua tahun ke depan ini.

Tagline yang digelorakan untuk menyemangati PMKRI selama dua tahun ke depan, disesuaikan dengan masa kepemimpinan Juventus. Mahasiswa asal NTT ini akan mengakhiri jabatannya pada tahun 2020.@andi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *