Rencana Plesir Bupati Blitar Ke Amerika Disorot

Foto : ist/rapat staf persiapan keberangkatan ke Amerika

BLITAR – Rencana keberangkatan “plesir” Bupati Blitar, Rijanto ke California Los Angeles Amerika Serikat (AS), dengan kemasan mendampingi tim kesenian pada 26 April 2018 mendatang menjadi sorotan publik.

Karena menggunakan dana APBD, serta tidak menunjukkan keprihatinan dengan berbagai masalah di daerah yang masih belum terselesaikan.

Seperti disampaikan Koordinator Komite Rakyat Pemberantasan Korupsi (KRPK), Triyanto kalau diketahuinya rencana keberangkatan ke AS tersebut, dari Surat Perintah Tugas (SPT) Bupati Blitar. “Surat tugasnya tertanggal 9 Oktober 2017, tapi kenapa keberangkatannya 26 April 2018,” tutur Triyanto, Senin(23/4/2018).

Dijelaskannya dalam dokumen SPT No : 094/409.103/2017 tersebut dicantumkan dasarnya, yakni Peraturan Bupati No 40/2016 tentang perjalanan dinas pejabat pemda, PNS dan PTT. “Disini jelas keberangkatan ini menggunakan APBD, tapi dari pos apa. Ini yang harus diperhatikan, karena penggunaan uang rakyat harus jelas manfaatnya,” jelas Triyanto yang juga aktifis pembela petani penggarap tanah.

Selain Bupati Rijanto, dalam SPT tercantum nama Kepala Disparbudpora, Luhur Sejati, Hastomo Kasi Dokumentasi dan Sarana Prasarana Seni Budaya, Sudarwiyanto Guru Seni Budaya SMPN 3 Nglegok, Novita Mijil Purwana Koreogafer Tari,  3 orang penari (Mieke, Dhimas dan Indra) dan terakhir ada nama Ninik Tjatur Anggraeni yang tidak lain adalah isteri dari Bupati Rijanto disebutkan sebagai perias.

Selain itu, juga terungkap adanya surat undangan dari University of California Los Angeles USA tanggal 26 September 2017, perihal permohonan pengiriman tim kesenian. “Surat undangan atas nama Gouw Family Foundation (Yayasan Keluarga Gouw), untuk tampil pada 10 Desember 2017 dan bukan dari undangan resmi pemerintah AS,” ungkapnya.

Menurut Triyanto ini menunjukan adanya kejanggalan, karena kegiatan disebutkan pada 31 Oktober – 8 November 2017 tapi berangkat April 2018. “Kami akan crosschek dalam APBD, apakah benar ada anggaran untuk kegiatan ini,” tandasnya.

Kalau tidak ada, lalu dari mana anggaranya dan bagaimana dengan ijin nya. Karena sebagai kepala daerah dan pejabat daerah, untuk bepergian ke luar negeri dengan biaya dinas ijinnya sampai ke Menpan RB.

Apalagi jika dilihat dari manfaatnya, acara yang informasinya membawa misi promosi kesenian daerah ke luar negeri tersebut. Seharusnya bisa dikoordinasikan dengan provinsi atau kementrian pariwisata, sehingga dalam pelaksanaanya tidak membebani keuangan daerah. “Dari pada menghamburkan APBD, untuk kegiatan yang tidak jelas manfaatnya. Lebih efisien jika dikoordinasikan dengan provinsi atau kementrian,” papar Triyanto.

Selain itu, ditambahkan Triyanto masih banyak masalah di Kabupaten Blitar yang mendesak untuk segera diselesaikan. Seperti masalah belasan pegawai kontrak Damkar Sat Pol PP, yang sudah 4 bulan tidak menerima gaji. “Belum lagi nasib ribuan tenaga honorer K2, yang masih digaji dibawah UMR,” pungkasnya.

Ketika hal ini berusaha dikonfirmasikan langsung kepada Bupati Rijanto melalui pesan Whatsapp, meskipun terkirim dan terbaca tapi tidak dijawab. Demikian juga melalui Kabag Humas Pemkab Blitar, M Kholik hanya menjawab belum mendapat rincian mengenai hal ini, serta mempersilahkan langsung menghubungi Kepala Dinas Parbudpora, Luhur Sejati.

Demikian juga ketika akan dihubungi ponselnya tidak aktif, melalui pesan Whatsapp juga tidak terkirim. Terakhir konfirmasi dicoba langsung pada Sekda Kabupaten Blitar, Totok Subihandono juga tidak ada respon.@ais

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *