Es Pleret Ikon Wisata Kuliner Blitar Untuk Indonesia

  • Pemkot Blitar gelar pemecahan rekor MURI minum Es Pleret Gratis 22.000 gelas

BLITAR – Minuman tradisional khas Blitar Es Pleret akan dijadikan ikon wisata kuliner, yang mampu menambah keistimewaan Indonesia di mancanegara.

Tidak berlebihan memang jika Es Pleret menjadi unggulan, karena selain bentuknya yang unik juga rasanya gurih menyegarkan.

Minuman yang termasuk “marga” dawet-dawetan ini, sudah puluhan tahun silam dikenalkan oleh salah satu sesepuh Blitar yang dijuluki Kiai Pleret. Entah beliau yang pertama kali memperkenalkan dn menjualnya atau bagaimana, tapi semenjak itu mulai banyak dijual Es Pleret.

Minuman yang terdiri dari Pleret yakni bulatan mirip pentol terbuat dari tepung beras, yang diuleni menjadi adonan kemudian “dipleret” atau digerus dengan bambu sehingga berbentuk bulat. Kemudian dikukus, sebelumnya ada yang diberi isi gula pasir atau gula jawa dan ditekan dengan ibu jari jadi bentuknya cekung ditengah. Dimakan dengan kuah santan, yang diberi pemanis gula jawa. Ditambah beberapa bahan campuran, dawet/cendol, agar-agar dan beberapa penjual menambahkan potongan serabi.

Siapa pun yang pernah mencicipi segar dan gurihnya Es Pleret di Blitar, pasti akan kangen dan ketagihan. Karena perpaduan rasa manis gurih kuah santan manis, dengan rasa pleret yang gurih kenyal. Apalagi harga juga murah, bervariasi tergantung campuran isinya berkisar Rp 3.000 – 4.000 saja.

Untuk mencari penjual nya juga tidak sulit, yang selalu ada di sekitaran Alun-alun Kota Blitar. Tapi di beberapa sudut kota, terutama jalan protokol dan lokasi wisata juga ada.

 

Sementara itu guna mendukung rencana menjadikan Es Pleret ikon wisata kuliner Blitar, Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar membuat gebyar Pemecahan Reko MURI minum Es Pleret Gratis sebanyak 22.000 gelas pada Sabtu 12 Mei 2018 di Alun-alun Kota Blitar mulai pukul 18.30 Wib.

Disampaikan Kasubag Humas Pemkot Blitar, Gigih Mardana jika kegiatan ini selain bertujuan promosi minuman tradisional Blitar, juga menumbuhkan potensi usaha kecil yang selama ini ada di Kota Blitar. “Supaya minuman tradisional ini tidak kalah dengan minuman kemasan modern, apalagi Es Pleret memiliki keunikan bentuk dan rasa,” tutur Gigih, Senin(7/5/2018).

Minuman legendaris ini memang mirip dengan dawet/cendol, tapi adannya bahan utama Pleret yang membuat beda.

Ditanya mengenai alasan jumlah 22.000 gelas yang akan diminum gratis dalam pemecahan rekor MURI, Gigih menyatakan info rekor minum dawet dipegang Jawa Barat sebanyak 19.000. “Karena itu setelah melihat potensi riil yang ada di Kota Blitar, kita berani memecahkannya menjadi 22.000 gelas,” ungkapnya.

Dari tahun ke tahun, pertumbuhan penjual dan pembelinya juga cukup bagus. Oleh karena itu Pemkot Blitar sepakat, mengangkat Es Pleret menjadi ikon wisata kuliner dari Blitar untuk Indonesia.@ais

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *