Investasi Emas Digital Jadi Tren Generasi Muda

JAKARTA – Investasi digital di era internet saat ini semakin mudah dan beragam, salah satunya yang sedang tren dan digemari generasi muda yakni emas dalam bentuk digital atau dikenal bitcoin.

Hal ini terlihat dari dompet Bitcoin melalui aplikasi Luno, yang telah diunduh hampir 2 juta pengguna di dunia. Angka ini didorong oleh pertumbuhan pengguna Luno yang signifikan di Indonesia, dimana sudah menyentuh angka peningkatan sampai 400 persen tahun lalu.

Saat ini masyarakat mengenal berbagai macam investasi seperti logam mulia atau emas, berlian, properti dan bentuk investasi lainnya. Seiring berkembangnya teknologi, bentuk investasi pun mengalami perkembangan.

Aset digital seperti bitcoin menjadi  sangat populer dalam beberapa tahun terakhir,  karena kenaikan harga yang signifikan serta keuntungan yang ditawarkan kepada para investornya. Berbagai aset digital yang ada saat ini, merupakan sebuah revolusi besar dalam hal pengelolaan kekayaan manusia.

Pertumbuhan populasi generasi muda dengan pendapatan dan daya beli relatif tinggi, merupakan faktor pendorong utama tumbuhnya adopsi investasi emas digital ini di Indonesia. “Generasi baru ini diprediksi mungkin tidak lagi berinvestasi di emas, karena bitcoin telah dianggap sebagai emas digital yang lebih dekat dengan kehidupan generasi muda,” General Manager Luno, Vijay Ayyar di Jakarta belum lama ini.

Vijay menerangkan, bentuk investasi digital ini mewakili sebuah teknologi. Dimana perpindahan uang menjadi lebih murah dan cepat dari sebelumnya. “Kini masyarakat mendapatkan kesempatan untuk berinvestasi pada teknologi itu sendiri, dimana sebelumnya investasi terhadap teknologi yang menjanjikan bukanlah hal yang mungkin,” terangnya.

Dari perspektif investasi, ungkap Vijay perbedaan internet dan blockchain adalah kesempatan untuk investasi. Kita tidak dapat berinvestasi pada Internet sejak kehadirannya di tahun 90an. Namun blockchain memiliki aset digital seperti Bitcoin atau Ether (Ethereum) yang dapat dibeli dan dimiliki. “Membeli aset digital di blockchain, berarti Anda sedang berinvestasi pada perkembangan internet di masa depan,” ungkapnya.

Sebagai persiapan untuk pertumbuhan pesat ini, aplikasi ini telah membangun rencana besar yang mencakup penambahan anggota tim di Indonesia. Penambahan layanan pelanggan berbahasa Indonesia, penyesuaian produk yang mempertimbangan preferensi masyarakat Indonesia, dan pelaksanaan kegiatan edukasi melalui webinar, event, video edukatif, dan pertemuan dengan komunitas-komunitas yang tertarik belajar tentang aset digital. “Kami kini mempunyai tim dan sumber daya khusus untuk operasional kami di Indonesia, melalui pembaharuan produk secara berkala kami menawarkan aplikasi yang mudah dan praktis untuk digunakan sehingga pelanggan kami dapat membeli Bitcoin dalam hitungan menit,” papar Vijay.

Sebagai bagian dari ekspansinya di tanah air, Luno secara proaktif bekerja sama dengan pembuat kebijakan dan bank seperti dengan mengadakan seminar dan berbagai program pelatihan mengenai aset digital dan blockchain sebagai bagian dari edukasi mengenai asset class yang baru. “Kami menyadari bahwa peraturan Bank Indonesia melarang cryptocurrency, sebagai instrumen pembayaran yang sah dan kami sepenuhnya mendukung keputusan tersebut. Di sisi lain, peraturan tersebut tidak melarang cryptocurrency sebagai aset investasi, dan fungsi itulah yang banyak dicari dan dilakukan di Luno,” imbuhnya.@andim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *