200 Anak Yatim Dari 3 Yayasan Buka Puasa Bersama

  • Digelar Q-Net di rumah Adang Daradjatun

JAKARTA – Mantan Wakapolri Adang Daradjatun menyambut anak yatim piatu untuk buka puasa bersama di kediamannya di Jl. Cipete Raya no.39 C, Selasa (5/6). Setidaknya 200 anak yatim piatu ini berasal dari Yayasan Inti Iman, Yayasan Nurummubin dan Yayasan Nurul Quran. Selain buka puasa bersama anggota Komisi VI DPR RI ini juga sekaligus memberikan santunan kepada anak-anak yatim.

“Ketiga yayasan ini berfokus pada bidang dakwah dan pendidikan dan mengandalkan donasi publik untuk memenuhi kebutuhan harian,” ujar Direktur Q-Net Indonesia, Ina Rachman, Selasa (5/6).

Kegiatan tahunan ini, bertujuan untuk memberi kontribusi dan manfaat kehidupan banyak orang yang selaras dengan filosofi perusahaan yaitu Raise Yourself to Help Mankind (RHYTM).

“Prinsip dasar RHYTM selalu berfokus memperhatikan mereka yang kurang beruntung dengan menyediakan kondisi kehidupan yang lebih baik bagi mereka terutama anak-anak yang merupakan simbol masa depan. Selain menawarkan konsep bisnis jangka panjang, kita juga berusaha memberi kontribusi dan manfaat kepada masyarakat mengenai kesejahteraan sosial,” tuturnya.

Trevor Kuna, CEO Q-Net, menambahkan kegiatan rutin pada Ramadan ini sangat berarti bagi perusahaan. “Sangat berarti, menghangatkan hati dan memuaskan bagi Q-Net,” ucapnya.

Pasalnya, kegiatan jenis ini meningkatkan pemberdayaan masyarakat dan juga sangat menginspirasi bagi pegawai, sehingga secara pribadi mereka terlibat dalam kepedulian meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat.

Di samping itu, kegiatan ini sekaligus bentuk kolaborasi antara karyawan Q-Net, agen dan perwakilan independen dalam upaya mengatur serangkaian kegiatan amal.

“Selain Indonesia kegiatan ini juga diselenggarakan di negara lain di mana Q-Net memiliki kantor perwakilan seperti Turki, Malaysia, Mesir, Kazakhstan, dan di beberapa negara di Afrika,” jelas Trevor.

Sementara, Adang Daradjatun, mengaku senang bisa terlibat dalam kegiatan sosial Q-Net. Terlebih rumahnya yang luas memang biasa digunakan berbagai pihak untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan, termasuk yang bersifat sosial. Meski begitu, ia membantah terlibat lebih jauh dengan perusahaan.

“Saya kenal Bu Ina (Rachman) sudah lama. Dia minta izin menggunakan rumah saya untuk kegiatan Q-Net. Saya tidak duduk dalam struktur maupun investor pada Q-Net, ini juga tidak berkaitan dengan (Pemilu) 2019,” tandas Adang.@andim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *