KPK Geledah Rumdin Wali Kota Dan Periksa Pejabat Pemkot Blitar

BLITAR – Setelah santer beredar kabar jika Wali Kota Blitar SA terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu(6/6/2018) malam kemarin.

Tim komisi anti rasuah tersebut melakukan penggeledahan di rumah dinas (rumdin) Wali Kota Blitar di Jl. Sudanco Supriadi sekitar pukul 23.00 Wib.

Dua mobil minibus dengan penjagaan ketat aparat kepolisian Polresta Blitar, terlihat masuk menuju halaman rumdin Wali Kota Blitar. Para wartawan tidak diperkenankan masuk, hanya bisa memantau dari luar pagar.

Setelan sekitar 1 jam, tampak tim penindakan KPK membawa beberapa tumpuk berkas masuk ke dalam mobil.

Diduga berkas tersebut, berkaitan dengan kabar OTT yang terjadi beberapa jam sebelumnya. Kemudian iring-iringan 2 mobil tersebut kembali meluncur ke Mapolresta Blitar di Jl. PB Sudirman yang hanya berjarak beberaap ratus meter dari rumdin Wali Kota Blitar.

Karena memang lokasi pemeriksaan hasil OTT KPK, dilakukan di Mapolresta Blitar. Sampai siang ini, belum ada keterangan resmi mengenai OTT tersebut.

Hanya disampaikan oleh Juru Bicara KPK, Febri Diansyah jika hasil OTT di Blitar dan Tulungagung diamankan 5 orang dan barang bukti uang tunai Rp 2 miliar yang disimpan dalam 2 kardus. Mengenai kasus apa terkait OTT tersebut, disebutkan terkait proyek jalan dan gedung sekolah.

Pejabat Pemkot Blitar Diperiksa KPK

Pasca penggeledahan di rumdin, giliran pejabat Pemkot Blitar yang dimintai keterangan oleh tim KPK pada Kamis(7/6/2018) pagi.

Tampak Kepala Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Kota Blitar, M Sidiq sekitar pukul 08.00 Wib mendatangi Mapolresta Blitar.

Ketika dicegat wartawan dan ditanya mengenai kedatangannya, hanya menjawab menghadiri panggilan penyidik KPK saja. ”Saya diminta datang untuk dimintai keterangan sebagai saksi, terkait apa saja juga tidak tahu,” jawabnya sambil berjalan menuju gerbang Mapolresta.

Dari informasi yang beredar, diperiksanya Kadikda Kota Blitar ini disebut-sebut terkait proyek pembangunan SMP Negeri di Kota Blitar. ”Kalau masalah pembangunan saya juga tidak paham, saya kan baru datang, ” imbuh Sidiq.@ais

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *