Gedung Asrama SMAN Manamas Terlantar

Reporter : Yulius Salu

KEFAMENANU – Gedung asrama milik SMAN Manamas yang dibangun empat tahun lalu hingga kini tidak dimanfaatkan. Asrama yang terletak di Desa Benus, Kecamatan Naibenu, Kabupaten TTU Provinsi Nusa Tenggara Timur terlantar. Asrama yang menelan anggaran sebesar Rp 300 juta tampak tak terawat.

Kondisi ini diperparah dengan belum ada kesepakatan pihak sekolah dengan pemerintah desa setempat. Upaya yang dilakukan pihak sekolah dan pemerintah desa mengalami kebuntuan.

Pihak sekolah yang diwakili romo Leo Nahas mengatakan masalah utamanya adalah masalah aset. Pihak desa ngotot menjadikan asrama sebagai aset desa.

“Kalau jadi inventaris desa berarti iuran asrama masuk ke kas desa, masa gedung asrama yang dibangun di atas tanah sekolah juga mau dijadikan sebagai sumber PADes, jelas kami tolak,” ujar romo Leo Nahas, Kamis (13/0/2018)

Romo Leo menuturkan pihak sekolah menolak asrama dijadikan aset desa karena asrama yang dibangun melalui program PNPM tahun anggaran 2013/2014 berada dalam lingkup sekolah. Bangunan tersebut dibangun di atas lahan milik sekolah.

Pihak sekolah lanjut romo Leo berharap ada solusi terbaik. Terutama pemerintah desa harus menyerahkan asrama ini menjadi aset sekolah.

Kepala Desa Benus, Maksimus Koi Koa menginginkan iuran asarama dari penghuni asrama dibagi bersama antara pihak sekolah dan pemerintah desa. “Misalnya saja kalau uang asrama perbulan Rp 10.000 ya dibagi dua,” tandas Maksimus.

Kades Maksimus mengklaim cara ini telah disampaikan ke pihak sekolah namun tidak direspon.

Menurut Maksimus, konsep pembangunan asrama tersebut rencananya untuk menampung para siswa yang berasal dari desa tetangga. Namun dalam perjalanan terjadi masalah. Masih terjadi polimik menyangjut status kepemilikan asrama. Pihak sekolah dan pemerintah desa saling mengklaim sebagai pihak yang berhak atas asrama dengan kapasitas bisa menampung sekitar 50 siswa.

Persoalan yang tak urung selesai mengakibatkan dibangun ini tampak tak terawat. Sebagian kaca ada yang retak. Begitu pun cat temboknya tampak terkupas. Meski demikian persoalan asrama tidak mengganggu aktifitas belajar di sekolah yang nerbatasan dengan negara Timor Leste.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *