Tim Buser Sergap Dukun Pengganda Uang


Reporter : Kiswara

MALANG – Seorang dukun pengganda uang yang mengaku keturunan Syekh Siti Jenar disergap tim Buser Polsek Kepanjen. Pelaku yang diketahui bernama Amar alias Asep (54) diringkus aparat pada Senin (10/09). Warga Bandung- Jawa Barat ini ditangkap di rumah kontakannya di Desa Panggungrejo, Kecamatan Kepanjen Kab. Malang.

Kanit Reskrim Polsek Kepanjen, Iptu Supriyadi,  mengungkapkan untuk meyakinkan korbannya
Amar yang kini berstatus tersangka berdalih masih keturunan wali dan Syekh Siti Jenar.

“Tersangka ini mengaku Syekh Siti Jenar. Mengaku wali dan keturunan Syekh. Sehingga korban terpedaya,” ungkap Iptu Supriyadi, Rabu (12/09/2018).

Hingga kini polisi baru menerima satu laporan atas nama Muslih (52). Warga Legok, Kecamatan Kepanjen ini mengalami kerugian lebih dari 200 juta. Korban dijanjikan uang yang diserahkan akan digandakan oleh tersangka.

“Korban ini sudah menyerahkan uang dengan dalih bisa di gandakan. Total kerugian yang diderita korban mencapai Rp.200 juta lebih,” ujar Supriyadi.

Selain mengaku keturunan Syekh Siti Jenar, ada beberapa kriteria yang dijadikan alasan untuk memperdaya korban. Kepada korban tersangka mengaku di rumah korban terdapat harta karun gaib dalam bentuk emas. Harta lain berupa kotak sumber uang tidak akan habis terpakai hingga tujuh turunan.

“Untuk memperdaya korban pelaku membungkus dua kardus menggunakan lakban. Setelah dibuka, ternyata cuma isi minuman jus berukuran kecil-kecil. Sementara kotak yang ngakunya berisi sumber uang gaib, hanya berisi kertas dan amplop kosong,” papar Supriyadi.

Sementara itu tersangka Amar mengaku modus  ini diperolehnya dari temannya di Bandung. “Saya belajar dari teman di Bandung. Uang hasil menipu ini habis untuk keperluan sehari-hari pak,” katanya.

Amar mengaku hasil yang diperoleh dari beberapaki beraksi bervariasi. Jumlah terbanyak Rp.40 juta. Nilai terendah Rp 2 juta. “Uang itu sudah saya belikan motor,” ujarnya

Selama menjalankan aksinya tersangka selalu berpindah tempat. Cara ini ia gunakan untuk mencari korban.

Barang bukti yang disita petugas, gelang, kalung, cincin dab liontin warna kuning menyerupai emas. Patung blorong dan kerbau warna emas, senjata kujang, tas, kotak berisi amplop dan kertas, kipas angin hingga gitar kayu.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya polisi masih melakukan pemeriksaan untuk mengetahui motif lain dbalik aksi ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *