Kasus Ratna Sarumpaet Prabowo Bisa Tersangka

Reporter : Yosef Naiobe

JAKARTA – Penetapan status tersangka Ratna Sarumpaet signal kuat Prabowo Subianto bisa dijadikan tersangka eposode berikutnya. Selain Prabowo, Fadli Zon, Amin Rais dkk juga bisa dijadikan tersangka dalam kasus ini

Hal ini disampaikan pengacara gaek Petrus Selestinus melalui press release, Sabtu (06/10/2018).

Ratna Sarumpaet dijerat atas dugaan kasus tindakan pidana menyebarkan informasi bohong yang dapat menimbulkan rasa kebencian. Aktifis perempuan ini melanggar ketentuan pasal 14 UU No. 1 Tahun 1946, tentang peraturan hukum pidana dan pasal 28 jo. pasal 45 A UU No. 19 Tahun 2016, tentang perubahan atas UU nomor 11 Tahun 2008, Tentang ITE, dengan ancaman pidana di atas lima tahun penjara

Menurut Petrus Selestinus, ketika Ratna Sarumpaet dijadikan tersangka apalagi telah ditahan Polda Metro Jaya publik menanyakan sikap Polri terhadap Prabowo Subianto, Amin Rais, Fadli Zon dkk. “Mereka ini pihak pertama yang mendapatkan informasi langsung peristiwa kekerasan yang fiktif itu dari Ratna Sarumpaet. Kemudian mempublish dan mendramatisir tanpa chek and balance,” ujarnya

Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) ini mengatakan akibat informasi hoax tersebut berpotensi menimbulkan kebencian antar warga masyarakat berdasarkan kelompok pendukung capres-cawapres 2019.

Secara hukum peran dan posisi Prabowo Subianto, Fadli Zon, Amin Rais dkk. dalam kasus ini adalah sebagai peran turut serta, menyuruh melakukan dan turut serta melakukan (pasal 55 KUHP).

“Karena mereka secara bersama-sama dengan peran masing-masing diduga sebagai turut serta melakukan suatu perbuatan yang dilarang UU dan diancam dengan pidana penjara sebagaimana dimaksud dalam pasal 28 jo. pasal 45A UU nomor 19 Tahun 2016, tentang ITE,” kata Selestinus.

Menurutnya, sangat layak dan beralasan untuk dimintai pertanggung jawaban secara pidana dijadikan sebagai tersangka dan ditahan. Namun hal ini lanjut Selestinus tergantung dari bagaimana hasil pengembangan di lapangan oleh penyidik.

Sebelumnya, Ratna Sarumpaet mengaku mengalami kekerasan usai menghadiri sebuah acara Internasional di Bandung. Pengakuan ini seketika menjadi heboh dan viral di medsos. Polisi akhirnya turun tangan mengusutnya. Hasil penyelidikan tidak ada kekerasan terhadap Ratna Sarumpaet.

Berikut hasil penyelidikan Polda Metro Jaya. Pada (2/10/2018) polisi menemukan petunjuk kuat tentang jejak-jejak ketidakbenaran peristiwa yang disebut kekerasan penganiayaan terhadap Ratna Sarumpaet.

Pada tanggal 21-24 September 2018, Ratna Sarumpaet berada di salah satu Rumah Sakit di Tebet, Jakarta Selatan untuk operasi sedot lemak. Belakangan Ratna Sarumpaet membuat pernyataan bahwa ia telah membuat kebohongan.

“Maka pertanyaannya adalah apakah Prabowo Subianto, Fadli Zon, Amin Rais dll. sebagai orang yang kemudian menyebarkan berita bohong itu, akan dijadikan tersangka dan ditahan,” pungkas Petrus Selestinus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *