Mengaku Wartawan Peras Pejabat

Reporter : Yosef Naiobe

BATU – Sejumlah pejabat di Pemkot Batu menjadi korban penipuan hingga mengalami kerugian puluhan juta. Mereka diperdaya
Didik Purwanto (55) yang mengaku sebagai wartawan salah satu media nasional.

Untuk memuluskan aksinya, warga Kelapa Rembang, Kota Balitar, Jawa Timur ini mengirim pesan singkat kepada sejumlah pejabat di lingkup Pemkot Batu. Aksi nekad Didik kini berujung pidana. Ia dijerat Pasal 27 ayat (3) UU ITE dengan ancaman pidana penjara 4 tahun

Kasat Reskrim Polres Batu, AKP Anton Widodo, SH, mengatakan sebelum beraksi pria paruh baya yang tak memiliki pekerjaan tetap ini mencari nomor telepon setiap pejabat yang diincarnya. Agar permintaanya dipenuhi ia mengaku sebagai wartawan.

“Pelaku ini mendatangi Pemkot Batu mengaku sebagai wartawan, selanjutnya dia bertanya tentang nomor HP kepala dinas. Setelah dapat nomornya, pelaku kemudian mengirimkan SMS kepada para calon korbannya,” ucap Anton, saat gelar kasus, Kamis (11/10/18).

Anton mengatakan pelaku sudah menjalankan aksinya lebih kurang dua tahun. Selama menjalankan aksinya ia berhasil mengumpulkan uang puluhqn juta. Namun polisi tak merinci angka nominal yang didapat pelaku dari aksi menipu pejabat. Kasat Anton hanya menjelaskan uang diperolehnya bervariasi, mulai dari Rp 100.000 hingga Rp 1.000.000.

Menurut Anton, kedok pelaku terbongkar bermula dari sms kepada salah seorang pejabat di Batu. Sms tertanggal 3 September ini ditujukan kepada salah seorang pejabat dengan tujuan meminta uang. Namun sms tersebut tidak direspon. Merasa smsnya diabaikan, pelaku kembali mengirim sms kepada pejabat yang sama. Sms terakhir ini disertai kata – kata umpatan.

Bukannya mendapat uang dari pejabat yang diminta, pelaku malah diciduk aparat di sebuah rumah kontrakan di Blitar. Polisi menelusuri jejak pelaku setelah pejabat yang diteror didampingi wartawan melapor ke Polres Batu.

Dari tangan pelaku polisi berhasil mengamankan satu unit telepon seluler yang digunakan tersangka dalam menjalankan aksinya. Polisi juga menyita kartu ATM milik pelaku.

“Selama beraksi pelaku menyamarkan namanya sebagai Yuda,” tutup Anton Widodo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *