Pemkot Kupang Akan Menutup Semua Tempat Prostitusi

Reporter : Hiro Bifel

KUPANG – Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore memutuskan untuk segera menutup tempat prostitusi baik resmi maupun tak resmi atau praktek di tempat terselubung berkedok hotel.

Keputusan ini disampaikan Selasa (6/10/2018). Politisi Demokrat ini mengatakan sementara melakukan sosialisasi sebelum melakukan penutupan.

“Kita tengah melakukan sosialisasi secara masif di tempat prostitusi yang terdata resmi maupun yang tidak resmi, sebelum melakukan penutupan,” katanya

Menurutnya langkah ini diambil menyusul tingginya jumlah Pekerja Seks Komersial (PSK) di Kupang mencapai 700 orang. Dia menyebut data ini diperoleh dari Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) dan Yayasan Tanpa Batas (YTB)

Dari jumlah ini 145 orang tertampung di Karang Dempel (KD) Tenau. Sementara sisanya tersebar di beberapa lokasi seperti di hotel, penginapan, bar, tempat Pijat Tradisional (Pitrad) dan salon layanan spa.

“Semua tempat prostitusi yang ada, maupun yang diduga sebagai lokasi praktek prostitusi terselubung, semuanya akan ditutup, tidak terkecuali,” tandas Jefri.

Jumlah PSK di Kupang yang teridentifikasi berasal dari beberapa daerah di luar NTT, seperti Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan, Sulawesi, Lampung, dan Nusa Tenggara Barat (NTB). PSK yang berasal dari luar NTT akan dipulangkan ke daerah asalnya.

Sementara yang berasal dari NTT akan dilakukan pembinaan dan pelatihan berwirausaha yang kreatif dan terhindar dari Penyakit Menular Seksual (PMS) sebelum dipulangkan ke kampung halamannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *