Perwakilan BI Selenggarakan Kick Off GPN di Flores (1)

Reporter : Hiro Bifel

RUTENG – Perwakilan Bank Indonesia, NTT, Senin kemarin menyelenggarakan kegiatan kick off Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) untuk daratan Flores. Kegiatan ini sekaligus sosialisasi kebijakan sistem pembayaran dalam mendukung perekonomian Indonesia.

Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT, Naek Tigor Sinaga, menjelaskan tugas BI mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran. Sistem pembayaran tidak lepas dari setiap aktivitas ekonomi sehari-hari. Sistem ini diatur dalamUndang-Undang Nomor 6 Tahun 2009 tentang Bank Indonesia.
“Dalam UU tersebut mengatur tentang semua transaksi seperti membeli bahan makanan, membayar tagihan telepon, listrik, telekomunikasi, maupun memenuhi kebutuhan transportasi, yang menggunakanalat pembayaran baik tunai maupun nontunai,” jelasnya.

Naek Tigar Sinaga mengilustrasikan sistem pembayaran seperti saluran darah dalam tubuh manusia. Apabila terhambat maka tubuh manusia tidak dapat beraktivitas dengan normal.

“Demikian juga sistem pembayaran, apabila ada permasalahan dalam sistem pembayaran, akan memberikan dampak terhambatnya aktivitas ekonomi suatu negara,” terangnya.

Serangkaian kegiatan yang dilakukan di daratan Flores antara lain, perpanjangan kas titipan Bank Indonesia di Aula Missio, STKIP Santo Paulus Ruteng, peresmian program sosial Bank Indonesia (PSBI) BI Corner di SMAN 1 Langke Rembong, dan serta hibah Kendaraan ke Keuskupan Ruteng . Dalam acara ini dihadiri Bupati Manggarai Dr. Deno Kamilus SH,MH, Forkompinda setempat. Sementara dari pihak pebankan, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Naek Tigor Sinaga, Direktur Pemasaran Dana Bank NTT, Alex Riwu Kaho, Kepala, serta sejumlah kepala cabang Bank NTT di Ruteng, Ende, ASN dan Mahasiswa/I STKIP Santo Paulus Ruteng.

Menurut Naek Tigor Sinaga, sistem pembayaran uang tunai yang digunakan masyarakat yakniuang kartal berupa uang kertas dan uang logam. UndangUndang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang memberikan amanat kepada Bank Indonesia sebagai satu-satunya lembaga yang berwenang untuk mengedarkan uang Rupiah di seluruh wilayah Indonesia. Karena itu, BI senantiasa berupaya untuk memenuhi kebutuhan uang rupiah di masyarakat dalam jumlah nominal yang cukup, jenis pecahan dan nominal yang sesuai, dengan tepat waktu dan dalam kondisi layak edar.

Mengingat luasnya wilayah Indonesia Bank Indonesia tidak bisa mengedarkan uang rupiah sendiri. Khusus di NTT yang memiliki kondisi geografis berupa kepulauan, BI menetapkan titik-titik strategis untuk menjangkau seluruhnya. Selanjutnya, BI bekerjasama dengan pihak ketiga, perbankan untuk melaksanakan tugas pengedaran uang rupiah di titik-titik strategis, melalui program kas titipan.

Saat ini NTT memiliki delapan kas titipan yang terletak di Maumere,m Atambua, Waingapu, Ende, Ruteng, Lewoleba, Waikabubak dan Kalabahi.

Bupati Manggarai Dr Deno Kamilus memberikan apresiasi kepada Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT karena memilih Ruteng sebagai tempat untuk Kick Off GPN di daratan flores.

Dikatakan, hadirnya GPN merupakan perwujudan dari Trisakti Presiden Jokowi yaitu Berdaulat di bidang Ekonomi.

“Sehingga GPN perlu didukung agar karya anak bangsa dapat berdaulat di Negeri sendiri,” ujarnya.

Pada kesempatan ini, BI memberikan sebuah kendaraan kepada Keuskupan Ruteng. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT menyatakan bahwa hibah kendaraan ini untuk mendukung dan kiranya dapat dimanfaatkan sebaik mungkin tugas pastoral di Keuskupan. Kendraan bantuan BI NTT diterima langsungAdministrator Apostolik Keuskupan Ruteng Mgr. Dr. Silvester Tung Kiem San,Pr.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *