Ratusan Siswa Antusias Mengikuti Pelatihan Jurnalistik

Reporter : Yulius Salu

KEFAMENANU, Sedikitnya terdapat 475 siswa hadir dalam kegiatan pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan SMAK Warta Bakti Kefamenanu. Kegiatan yang berlangsung sejak 8-10 Oktober 2018 menghadirkan enam orang
pemateri dan empat orang mahasiswa PPL Universitas Timor (Unimor).

Salah satu narasumber adalah Yulius Salu. Wartawan ZONANUSANTARA JAKARTA ini membedah teknis wawancara. Hal substansial menurutnya adalah seorang wartawan harus menguasai masalah. Selain itu sebelum melakukan wawancara, perlu ada perjanjian dengan nara sumber. “Wartawan pun harus berpakaian sopan,” ujar Yulius Salu

Sementara teknis dasar penulisan berita dipaparkan Romo Hery Fernandes, Pr. Rohaniawan Katolik ini menjelaskan rumusan penulisan sehuah berita yaitu 5W + 1 H. Lengkapnya sebagai berikut. WHO, tentang siapa, who is at about. WHAT happened apa yang terjadi. WHERE, did it take place, di mana peristiwa itu terjadi. WHEN did it take place, kapan peristiwanya. WHY, did it happen, mengapa hal itu terjadi. dan HOW, did it happen. Bagaimana hal itu terjadi. Rumusan tersebut wajib dikuasai seorang wartawan pemula maupun yang sudah berpengalaman.

Mengenai penulisan karya ilmiah populer dijabarkan tiga dosen dari STIPAS St. Petrus Keuskupan Atambua. Mereka antara lain, Wilibrodus Usboko, Frederikus Binsasi dan Marianus Sesfaot. Profesi wartawan tidak saja menulis berita (news) namun harus bisa menulis profil atau potret para pesohor. Rubrik ini dijelaskan Romo Ino Bere Nahak.

Tidak saja teori. Para peserta juga diminta melatih menulis berita sebagai bentuk mengasah pengetahuan yang diperolehnya.

Kepala SMAK Warta Bakti, Stefanus Nautu mengatakan kegiatan yang diselenggarakan lembaganya untuk mengembangkan kreativitas siswa di bidang dunia jurnalistik.

“Jurnalistik sekolah, perlu dikembangkan. Dan Selama saya menjabat sebagai Kepala Sekolah, program ini akan terus berlanjut demi masa depan siswa. Program ini dari anda, oleh anda dan untuk anda,”tandasnya.

Seorang siswa, Yunita Anggreni Bani merasa senang bisa mendapat pelajaran dibidang kewartawanan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *