Slamet Riyadi Belum Berniat Polisikan Pieter Sahertian

Reporter : Cahyono

MALANG – Tindakan membuka rekening bank pribadi atas nama Rektor Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) Pieter Sahertian dinilai melanggar hukum. Meski demikian Slamet Riyadi, belum berniat membawa masalah ini ke polisi. Ia masih menempuh jalan damai. “Saya masih konsentrasi menyelamatkan mahasiswaa baik yang masih kuliah atau yang telah lulus untuk diwisudah,” ujar Slamet Riyadi, Sabtu (6/10/2018).

Plt Ketua Perkumpulan Pembina Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi Persatuan Guru Republik Indonesia (PPLP PT PGRI) Unikama ini, mengatakan jabatan Pieter Sahertian sebagai sebagai rektor tidak diakui oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti). Lembaga ini dahulu bernama Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis).

Dengan rekening tersebut, Pieter diduga melakukan transaksi berupa pembayaran uang gedung dan uang kuliah mahasiswa melalui rekening pribadi. Harusnya, lanjut Slamet Riyadi
uang yang dibayarkan mahasiswa baru harus masuk ke rekening bank milik PPLP. “Pembayaran uang mahasiswa baru (maba) yang masuk pekening bank pribadi, jelas hal itu menyalahi aturan,” katanya.

Tidak saja itu. Pieter Sahertian pun telah diberhentikan sebagai rektor melalui keputusan
Ketua PPLP PT PGRI Unikama yang saat itu dijabat, Christea Frisdiantara, pada (4/09/2018) yang lalu.

Unikama saat ini memiliki dua rektor. Pieter Sahertian serta Koenta Aji Kurniawan. Dua rektor ini berada pada kubu yang berbeda. Rektor Pieter Sahertian berada pada kubu Soedja’i, sementara Koenta Aji Kurniawan dipihak Cristea Frisdiantara.

Belum ada titik temu antara dua pihak ini memicu dualisme kepemimpinan, baik di yayasan maupun di rektorat.

Slamet Riyadi menjelaskan Pieter Sahertian tidak memiliki kewenangan apa pun atas pengelolaan Unikama. Termasuk menerima pembayaran uang gedung dan kuliah dari mahasiswa. Menurutnya, transaksi keuangan
semestinya melalui rekening bank milik PPLP.

“Kami selalu mengingatkan kepada Pieter tolong kembalikan uang itu ke rekening bank milik PPLP. Karena sudah jelas bahwa uang mahasiswa itu harus masuk pada rekening bank PPLP. Jika masuk melalui rekening pribadadi, tentunya yang menjadi korban adalah mahasiswa,” terang Slamet.

Selain melarang Pieter Sahertian melakukan aktifitas sebagai rektor, Slamet juga meminta agar rencana wisuda pada 13- 14 Oktober mendatang tidak dilaksanakan. Ia kwatir ijazah yang diterbitkan Unikama oleh rektor yang telah diberhentikan palu.

“Kasihan mahasiswanya, karena mereka selama menempuh pendidikan di Unikama, namun ketika menerima ijazahnya palsu, atau tidak diakui olehKementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti),” tandasnya.

Slamet Riyadi belum lama ini melantik Koenta Aji Kurniawan sebagai pejabat sementara rektor di Unikama. Namun pelantikan tersebut mendapat penolakan dari kubu Pieter Sahertian.
Seluruh pintu masuk kampus, dikunci. Akibatnya pejabat rektor yang baru bersama jajarannya tidak bisa masuk. Sempat terjadi kericuhan namun dengan sigap dapat diatasi. Untuk mengantisipasi keadaan lebih buruk, aparat kepolisian tetap berjaga di sekitar kampus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *