Tegar Ditengah Prahara

Reporter : Yosef Naiobe

MALANG – Tampil gagah. Itulah kesan yang ditangkap dari performa seorang Rendra Kresna ketika menjadi pemimpin upacara peringatan hari jadi Provinsi Jawa Timur ke-73 di Pendopo Agung Kabupaten Malang Jumat kemarin. Bertindak sebagai komandan upacara camat Wajak Nur Fuad Fauzi.

Di hadapan sejumlah ASN, TNI/Polri, mantan politisi Golkar yang kemudian menyeberang ke NasDem ini sejenak melupakan prahara yang sedang menimpa kekuasaannya. Rendra ingin menegaskan roda pemerintahan harus terus beputar.

Dalam acara seremoni ini suami Jajuk Rendra ini alpa jika wilayah kekuasaan hampir sepekan diobok – obok “tamu” tak diundang dari KPK.
Sejumlah anak buah Agus Raharjo ini tanpa permisi menggeledah dua rumah yang selama ini menjadi istananya. Rumah dinas dan rumah pribadi.

Penggeledahan kian melebar. Sejumlah instansi pemerintah disasar lembaga anti rasuah. Tak pelak kehadiran mereka menjadi hantu menggelisahkan. Apalagi tak lama berselang, orang nomor satu di Kabupaten Malang ini dijadikan tersangka dalam kasus dugaan gratifikasi DAK 2011 dan kasus korupsi yang nilainya fantastasi. Rp 7 M.

Dalam kasus ini, Rendra tak sendirian. Seorang pengusaha asal Malang berinisial AM, juga diduga terlibat. Jika tidak ada mukjizat, Rendra bakal menyusul koleganya Abah Anton dan Edy Rumpoko yang sudah lebih dahulu diciduk dalam kasus yang kurang lebih sama. Suap dan korupsi. Malang Raya praksis kehilangan sosok sang pemimpin.

Dalam catatan sejarah, perahu bernama Pemerintahan Jawa Timur ini melakukan pelayaran perdana pada tanggal 12 Oktober 1945. Nahkodanya Raden Mas Tumenggung (R.M.T) Soerjo. Momentum inilah yang disepakati sebagai Hari Jadi Provinsi Jawa Timur, kemudian dikemas dalam Peraturan Daerah (PERDA) Nomor 6 Tahun 2007 tentang Hari Jadi Provinsi Jawa Timur.

Tema perayaan tahun ini adalah “Makmurkan Jawa Timur Melalui Industri UMKM Berbasis Digital”. Dalam arahannya Rendra mengatakan tema tersebut memformulasikan sebuah tekad dan semangat dalam membangun ekonomi berbasis digital, agar mampu tumbuh inklusif dan berkelanjutan dengan fokus pada segmen Industri UMKM.

Situasi gegap gempita hari jadi Jawa Timur dirayakan ditengah suasana duka. Gempa dan tsunami di Donggala Lombok, dan daerah lain.

“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Malang mengucapkan Hari Jadi TNI ke-73. Kami juga turut berduka kepada saudara-saudara kita yang tertimbah musibah gempa bumi,” ucap Rendra Kresna seraya membatin.

Gubernur Jawa Timur, Soekarwno menitip harapan. Semoga hari jadi Provinsi Jawa Timur, menjadi momentum kebangkitan e-commerce (perdagangan elektronik) dan ekonomi digital untuk mampu bersaing dan mandiri dalam membangun ekonomi di tengah kondisi global yang sangat dinamis.

Klimaksnya dilakukan prosesi potong tumpeng, di hadapan para tamu undangan. Selanjutnya Rendra menyerahkannya kepada Ketua DPRD Kabupaten Malang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *