Unikama Siap Gelar Wisuda

Reporter : Yosef Naiobe

MALANG – Perseteruan di kampus Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) kian meruncing. belum ada titik temu antara kubu Pieter Sahertian dan Koenta Aji Kurniawan. Dua orang ini sama – sama menjabat sebagai rektor. Pieter Sahertian diangkat Soedja’i sedangkan Koenta Aji menjabat sebagai rektor atas rekomenfasi Slamet Riyadi.

Meski belum ada solusi penyelesaian, tidak menghalangi rektor Pieter Sahertian untuk melaksanakan wisuda bagi sekitar lebih dari 1000 mahasiswa yang telah yudisium. Sesuai jadwal acara ini akan dilaksanakan pada tanggal 13 dan 14 oktober 2018.

Rektor Unikama, Pieter Sahertian, Rabu (10/10/2018) mengatakan persiapan hampir rampung. Undanngan untuk pihak terkait sudah dikeluarkan termasuk orangtua calon wisudawan dari berbagai daerah juga sudah berdatangan.

“Undangan kita sudah keluarkan. Yang kita undang antara lain, Kopertis dan PGRI. Tapi kita belum tahu apakah Kopertis akan hadir atau tidak. Yang jelas PGRI pasti hadir karena induk organisasi kita PGRI,” katanya.

Dalam acara wisuda tahun ini sedianya akan diikuti 1222 mahasiswa baik S1 dan S2 akan tetapi 20 mahasiswa lainnya batal diwisuda karena ada kesalahan teknis.

Pieter Sahertian memastikan jalannya wisuda dijamin lancar. Teknis keamanan akan diserahkan kepada petugas keamanan kampus. Selain itu, pihaknya akan meminta bantuan dari aparat kepolisian

Pieter Sahertian menegaskan tidak akan menunda wisuda. Alasannya mahasiswa yang akan diwisuda telah melakukan yudisium pada 29 Agustus lalu. Nama – nama wisudawan pun telah dikirim ke Kopertis untuk diverifikasi. Hasilnya setelah dicek oleh Kopertis dari 1222 calon wisudawan hanya 1202 yang memenuhi syarat. Sementara 20 mahasiswa lainnya dibatalkan.

“Mungkin kesalahan tanggal lahir atau SKS kurang,” pungkasnya.

Ketua Perkumpulan Pembina Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi Persatuan Guru Republik Indonesia (PPLP PT PGRI) Slamet Riyadi, mengatakan Piter tidak dibenarkan untuk melaksanakan wisuda. Slamet beralasan Pieter sudah diberhentikan sebagai rektor sejak awal September lalu.

“Kalau masalah ijazah sah tidaknya kita lihat dulu ijazah yg ditandatangani Piter sejak tanggal berapa. Apabila sebelum Pieter diberhentikan sebagai rektor, maka ijazahnya sah. Tapi apabila ijazah yang ditandatangani setelah tanggal 3 September maka ijazah tersebut tidak sah,” ungkap Slamet.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *