Butuh Waktu Empat Jam Untuk Menurunkan Osep Dari Ketinggian Tower Telkom

Reporter : Yosef Naiobe

MALANG – Yosep Saiku alias Osep (43) nyaris mengakhiri hidupnya dengan cara memanjat tower setinggi 72m. Peristiwa nyaris bunuh diri ini diduga dipicu masalah keluarga. Namun nyawa warga Desa Kebonagung ini masih bisa diselamatkan melalui drama yang cukup menegangkan dan memakan waktu sekitar empat jam. Proses negosiasi dengan relawan penyelamat berlangsung dari jam 10.00 wib hingga pukul 13.30 wib.

Peristiwa menegangkan ini terjadi di Desa Kebonagung Kec. Wagir Kab. Malang, Jawa Timur, pada Rabu (7/11/2018). Namun Dewi Fortuna masih berpihak pada Osep. Niat bunuh diri digagalkan petugas gabungan dari PMI Kabupaten Malang dibantu TNI dari Kodim 0818 Malang.

Petugas PMI Kab Malang, Rudianto mengaku upaya menurunkan Osep dari ketinggian tower cukup alot. Bahkan membutuhkan kesabaran untuk membujuk Osep agar turun dari tower

“Proses negosiasi petugas PMI dan aparat TNI dengan Osep tidak membuahkan hasil. Terpaksa kita mendatangkan keluarganya (ibu) dan anaknya yang ketiga,” ungkap Rudianto.

Situasi kian mencekam lanjut Rudianto lantaran cuaca mendung dan akan turun hujan. “Kalau Osep tetap tidak mau turun dan bertahan diketinggian tower akan sangat berbahaya,” ujarnya.

Dalam situasi menggelisahkan ini Osep bersedia turun. Proses evakuasi pun dilakukan dengan formasi petugas dari TNI posisi di bagian atas tower siap menurunkan pelaku, sementata petugas dari PMI tetap berada di bawah tower untuk mempermudah proses evakuasi.

Rudianto menambahkan sebelumnya pihaknya yang berada di atas untuk melakukan negosiasi agar pelaku mau turun namun gagal.

Proses mediasi agar menyelamatkan pelaku berlangsung dari jam 10.00 wib hingga pukul 13.30 wib. Informasi yang diperoleh ini kali kedua Osep mencoba bunuh diri. Pertama tahun 2005, Osep gantung diri. Namun nyawanya masih bisa diselamatkan. Motifnya diduga masalah keluarga.

Kades Kebonagung, Teguh Santoso mengatakan pelaku memanjat tower sekitar jam 8.00 pagi. Teguh mengaku mendapat laporan warganya. Teguh kemudian menghubungi pihak kepolisian.

“Saya mendapat laporan dari warga ke kantor desa. Setelah dicek kebenarannya saya lapor ke Polsek dan Koramil,” kata Teguh.

Drama percobaan bunuh diri ini berakhir sekitar pukul 13.30 wib melalui usaha keras PMI dan TNI dari Kodim 0818 Malang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *