Dewan Usul Sistem Ceklock untuk Retribusi Parkir

Reporter : Y. Kiswara

MALANG – DPRD Kabupaten Malang mendorong Dinas Perhubungan (Dishub) setempat, agar menggunakan sistem ceklock. Hal itu guna mengurangi kebocoran pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi parkir.

Hal ini diusulkan anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Malang yang juga Ketua Fraksi PDIP Kabupaten Malang, Tutik Yunarni saat ditemui di ruang Komisi kerjanya, Jumat (16/11/2018).

Kata Tutik, dengan memakai sistem ceklock jika dilihat dari aspek lingkungan, sistem ini dapat mengurangi kemacetan lalu lintas akibat parkir liar.

“Dengan memakai sistem ini, dinilai dapat meningkatkan PAD dari sektor retribusi parkir,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Dishub Kabupaten Malang, Hafi Lutfi mengatakan, jika dengan menggunakan sistem parkir ceklock dapat meningkatkan PAD pihaknya akan siap melakukan. Akan tetapi sistem parkir harus melalui pengkajian yang lebih mendalam. Sebab, dalam pengelolaan parkir juga harus memperhatikan dampak sosial.

“Jika diberlakukan sistem parkir ceklock, apakah bisa menjamin kesejahteraan para petugas parkir, karena basic para petugas parkir beragam. Dengan sistem parkir tersebut apa bisa menjamin mereka yang sudah baik untuk lebih baik. Dampak sosial seperti itulah yang perlu diperhatikan,” ucapnya.

Lutfi menjelaskan, ketika pihaknya melakukan studi banding ke DKI, penggunaan ceklock memerlukan biaya yang tinggi.

“Selain dampak sosial, kita juga harus mengkalkulasi biaya yang dibutuhkan, saya waktu studi banding ke DKI biaya untuk pengadaan perangkat ceklock itu berkisar 1 miliar,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *