Di Malang Lahan Pertanian Mengalami Penyusutan

Reporter : Cahyono

MALANG – Areal pertanian Kabupaten Malang memiliki luas lahan sebanyak 45.888 hektare. Kini menyusut sejutar 6000 hektare,
atau hanya tersisa 320.674 hektare.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Malang Budiar Anwar, Rabu kemarin mengatakan penyusutan ini disebabkan oleh pesatnya pembangunan perumahan, pabrik, dan jalan tol, terutama yang menghubungkan Pandaan dan Malang.

Mantan Kabag Humas dan Protokol ini menganggap wajar, lantaran laju perkembangan zaman yang begitu cepat. Hal ini sambung Budiar akan berdampak pada berkurangnya lahan pertanian seperti saat ini.

“Seperti mendirikan rumah tinggal hingga lahan produktif dibuat untuk fasilitas umum yang salah satunya adalah untuk pembangunan jalan tol Pandaan-Malang,” ungkapnya.

Budiar mengungkapkan Tim Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) masih melakukan perhitungan untuk memastukan angka penyusutan pada lahan pertanian atau lahan produktif lainnya. Tim ini lanjut Budiar terdiri dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas TPHP, Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA), Dinas Pertanahan, dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP).

“Hingga kini belum diketahui pasti berapa jumlah lahan yang berkurang, tapi dirinya memperkirakan seluas 6 ribu hektar,” jelasnya.

Penyusutan lahan juga terjadi pada persawahan. Sebelumnya luas persawahan mencapai 190.351 hektare kini tersisa 130.323 hektare. Meski terjadi penyempitan luas lahan akibat pembangunan infrastruktur, untuk produksi padi masih tersedia lahan sekitar 5000 hektare. Hingga November ini yang sudah dimanfaatkan mencapai 3000 hektare.

Selama ini pada musim tanam khusus padi petani melakukannya dengan sistem tumpangsari atau mengatur pola tanam.

“Contohnya, di lahan yang sama selain menanam padi juga bisa diselipkan tanaman lain, jagung atau kedelai,” kata Budiar

Untuk tanam sistim ini terdapat di wilayah Kecamatan Pagak, Kalipare, dan Donomulyo. Mengenai produksi padi mencapai 72.130 ton.
Tahun lalu hanya 71.908 ton.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *