Ikan Tuna Jadi Santapan Favorit Warga Malang

Reporter : Y. Kiswara

Ikan Tuna menempati posisi teratas ikan komsumsi laut diwilayah Kabupaten Malang. Sementara jenis ikan lele dan nila, paling banyak dikomsumsi untuk kategori ikan air tawar.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malang, Endang Retnowati mengatakan, bahwa tingkat kesukaan makan ikan di Kabupaten Malang masih didominasi ketiga kategori ikan tersebut.

“Otomatis kita misalkan ya karena tingkat kesukaan makan ikan nila dan lele, terus kalau kita produksi gurame misalnya kan hanya baru beberapa segmen tertentu. Karena gurame terlalu mahal, jadi segmen tertentu. Lagipula biaya operasionalnya juga tinggi,” ungkap wanita yang akrab disapa Atik itu, Selasa (13/11/2018).

Menurut Atik, jika ikan gurame baru dapat di panen sekitar umur 8 bulan. Maka berbeda dengan nila dan lele yang mempunyai masa panen lebih cepat.

“Ikan gurame cukup lama panenya, 8 bulan baru siap panen dan layak di konsumsi,” terang mantan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang itu.

Untuk meningkatkan minat masyarakat dalam mengkonsumsi ikan, lanjutnya, Dinas Perikanan berupaya semaksimal mungkin menjalankan program Gerakan Gemar Makan Ikan. Di luar itu, upaya-upaya lain juga terus dilakukan.

“Stretching-nya peningkatan produksi ikan yang berkualitas,” terang Atik.

Dikatakan data setiap tahunnya produksi ikan tuna bisa mencapai 1.600 ton. Tergantung cuaca. Jika cuaca dalam kondisi bagus maka produktivitas ikan tuna akan meningkatkan tajam. Namun bila cuaca buruk, atau bila musim paceklik tiba, produktivitas akan menurun drastis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *