Parlagunta Silitonga : Siap Berkompetisi Dalam Dunia Pariwisata

Reporter : Yosef Naiobe

JAKARTA – Sektor pariwisata saat ini telah menjadi paru – paru dunia. Setiap destinasi wisata dijadikan sebagai daya dorong untuk menggeliatkan perekonomian. Tidak saja itu sektor ini juga menjadi lahan penciptaan lapangan kerja. Persoalannya adalah bagaimana mempersiapkan sumber daya manusia melalui Lembaga Pendidikan Tinggi dalam menyambut pangsa pasar di bidang pariwisata tersebut.

Berikut rangkuman sari pendapat yang disampaikan dalam Seminar bertema Pemberdayaan Sumber Daya di Tengah Kemajuan Teknologi Untuk Keberlanjutan Pariwisata di Indonesia. Seminar yang dilangsungkan pada Rabu (21/11/2018) di Hotel Harper by Aston Cawang Jakarta Timur. Seminar ini diselenggarakan oleh STIE Pariwisata Internasional bekerja sama dengan Akademi Pariwisata Indonesia (AKPINDO) dan Sekolah Tinggi Pariwisata Bogor.

Ketua Yayasan Lembaga Bina Pendidikan Pariwisata (LBPP) Dr Parlagutan Silitonga mengatakan menghadapi kebutuhan dan kompetensi dilakukan dengan cara selain menyiapkan kurikulum juga yang utama adalah dosen yang harus diberdayakan terlebih dahulu. Makanya melalui seminar ini kita mendorong para dosen untuk menulis dan melakukan riset dan dipublikasikan risetnya melalui media yang diterima secara internasional. “Apakah itu jurnal internasional sehingga persyaratan dari Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi kita penuhi di satu sisi tapi tujuan untuk membangun, membina dan mengadakan sumber daya manusia kompeten juga dipenuhi” katanya.

Dengan cara tersebut ia berharap bisa mendapatkan kualitas dosen sesuai standar pendidikan yang ditetapkan. Dalam persaingan untuk memantik kunjungan wisata, Parlagutan Silitonga mengaku kita masih kalah dengan Malaysia. Dicontohkan Malaysia dengan jumlah penduduk hanya 17 juta bisa menghasilkan 27 juta wisatawan sementata kita jumlah penduduknya 260 juta hanya mendatangkan 17 juta wisatawan dalam tahun ini.

“Ini harus dikejar. Dan ini sudah masuk dalam laju pacu nawacita. Jadi nanti tahun 2020 berada pada on the right track untuk lompatan bisa mencapai 40 juta wisatawan dan seterusnya,”tandasnya.

Banyak hal sambung Silitonga dilakukan untuk menjawab kompleksitas tuntutan profesi yang disyaratkan melalui Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi. Karena itu sejak tahun 2010 Akademi Pariwisata Indonesia dan Sekolah Tinggi Pariwisata mendirikan Lembaga Sertifikasi Profesi. Lembaga ini tambah Silitonga sebagai bukti sebuah kompetensi termasuk kurikulilumnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemasaran Area I (India) Region 3 Deputi Bidang Pemasaran Pariwisata II Kementerian Pariwisata, Dr Komang Mahawira,SH, M.Hum menyambut baik seminar yang diselenggarakan STEIN AKPINDO. Menurutnya kegiatan pariwisata tidak bisa dilakukan sendiri – sendiri yang multi disiplin multi sektor dan lain – lain.

Dikatakan beberapa pemangku kepentingan dalam pariwisata antara lain, akademisi, bisnis, goverment, community dan media. “Tanpa dukungan media pariwisata tidak akan maksimal. Bagaimana pariwisata mau maju kalau media menyampaikan hal – hal yang sifatnya negatif, kira – kira seperti itu,” ujarnya.

Komang juga berharap agar lembaga pendidikan menyiapkan tenaga yang siap pakai. “Saya titik beratkan di sini bahwa apa yang dibutuhkan industri itulah yang benar – benar disiapkan lembaga pendidikan agar begitu lulus langsung ditampung,” kata Komang Mahawira.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *