PDAM Siap Pasok Air Bersih di Kawasan Ekonomi Khusus

Reporter : Cahyono

MALANG- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Malang Jawa Timur siap memberikan pelayanan air bersih untuk wilayah Singosari yang telah ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Dirut PDAM Syamsul Hadi Selasa (6/11/2018) mengatakan pendistribusian air bersih untuk kawasan tersebut bersumber dari mata air Coban Siuk di Desa Taji, Kec. Singosari, memiliki kapasitas 1000 liter per detik. Sedangkan di Wendit, Desa Mangliawan, Kec. Pakis, berkapasitas 3000 liter per detik. Dua sumber ini diyakini akan mampu mengatasi warga yang bermukim di kawasan tersebut.

“Kami sudah menyiapkan kebutuhan air bersih di kawasan pusat perekonomian atau yang akan dibangun KEK,” kata Syamsul Hadi.

Menteri Perekomian merestui Kabupaten Malang untuk mengembangkan wilayahnya menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Merespon hal ini Pemkab Malang menunjuk Kecamatan Singosari sebagai pengembangan kawasan ekonomi khusus.

Geliat ekonomi di Kabupaten Malang pada beberapa tahun mendatang akan semakin kokoh. Hal ini akan berdampak pada meningkatnya pertumbuhan ekonomi rakyat. Untuk mewujudkannya pemerintah setempat menggandeng PT Intelegensia Graha Tama (IGT). Perusahaa ini menyediakan lahan seluas 300 hektar di wilayah Kecamatan Singosari.

Syamsul menjelaskan jumlah pelanggan PDAM per Oktober 2018 mencapai 112.948 Sambungan Rumah (SR). Terdapat 26 unit pelayanan yang menyebar di 33 kecamatan

PDAM lanjut Syamsul telah membuat inovasi baru terkait dengan pelayanan, yakni program Edukasi Sosialisasi Penanganan Keluhan-Sarana Informasi Pelanggan (PESPaKu-SIP). Program ini diklaim sebagai tata kelola penyelenggaraan pelayanan publik yang efektif, efesien dan berkinerja tinggi.

“PESPaKu-SIP bertujuan menciptakan media edukasi dan sosialisasi bagi pelanggan, mencipatakan metode penerimaan keluhan yang proaktif, dan untuk menciptakan rantai informasi berbasis partisipasi pelanggan,” ujarnya.

Dikatakan program inovasi PESPaKu-SIP sudah dilakasanakan sebagai pilot project di Kantor Unit PDAM Kepanjen, sejak awal tahun 2017 hingga awal tahun 2018. “Hasilnya sangat positif bagi pengembangan proses penanganan keluhan pelanggan,” paparnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *