Pemkab Malang Meraih Penghargaan Bidang Inovasi Contra War

Reporter : Cahyono

MALANG – Satu prestasi membanggakan diraih Pemkab Makang, Prov. Jawa Timur. Berbekal inovasi contra war daerah ini meraih penghargaan yang diserahkan langsung Wapres Jusuf Kalla disaksikan Menpan RB, Syafruddin kepada Plt Bupati Malang, HM Sanusi di Jakarta Convention Center, Rabu (7/11/2018)

Kabar gembira ini disampaikan Kasubag Publikasi dan Dokumentasi Setda Malang, Johan Dwijo mengutip penyerahan penghargaan yang diberikan kepada Pemkab Malang disela acara pembukaan International Public Service Forum di Assembly Hall JCC hari ini.

Wapres Jusuf Kalla menilai Pemkab Malang berhasil menciptakan inovasi contra war (contraception for woman at risk) sebagai langkah menekan angka kematian ibu melahirkan. Contra war sendiri adalah salah satu program yang menekan angka kematian ibu usia produktif. Dalam kategori ini Pemkab Malang masuk dalam Top 40 Inovasi pelayanan publik tahun 2018.

Wapres Jusuf Kalla menngapresiasi Pemkab Malang atas program inovasi baru dalam pelayanan kepada masyarakat, terutama program inovasi contra war yang mampu menghindari kematin sia – sia saat seorang ibu melahirkan. “Lebih dari 70 persen kematian ibu akibat tidak mengetahui penyakit yang diderita sebelum hamil, sehingga mempengaruhi bayi yang dikandungnya,”ujar Johan menirukan sambutan Wapres JK.

Data yang direkap Sustainable Development Goals (SDGs) tingkat nasional angka kematian per 100 ribu Kab Malang kini sudah ditekan dibawah angka 50 persen.

Wapres JK mengatakan dalam era sekarang daerah harus mampu berinovasi agar pelayanan publik lebih mudah dan cepat. “Program contra war yang dilaksanakan di Kab Malang bisa menjadi contoh bagi daerah lain,” tandas JK.

Sementara itu Menpan RB Syafruddin menambahkan penghargaan Top 40 yang diterima Pemkab Malang ditetapkan berdasarkan Kep Menpan RB nomor 636/2018. Top 40 merupakan inovasi yang masuk kategori outstanding atau terpuji, hasil selekasi dari Top 99.

“Penilaian kompetisi dilakukan secara independen oleh tim evaluasi dan tim panel yang terdiri dari para akademisi, praktisi, pakar pelayanan publik yang kompeten dan memiliki reputasi baik,”ujar Syafruddin.

Sebelumnya Kemenpan RB mengirim tim independen ke Malang pada bulan Agustus lalu. Kedatangan tim ini untuk untuk mengecek langsung program inovasi contra war di Kabupaten Malang. Hasilnya Pemkab Malang dinilai layak mendapatkan penghargaan dari pemerintah pusat bidang inovasi baru contra war.

Menpan RB Syafruddin menjelaskan dalam inovasi ini terdapat 40 daerah terbaik dalam hal pelayanan publik. Mereka yang lolos dan terpilih Top 40 akan mendapat Dana Intensif Daerah (DID). Top 40 inovasi pelayanan publik tahun 2018 terdiri dari 5 Kementerian, dua inovasi Kepolisian, delapan inovasi Pemerintah Provinsi, 15 inovasi untuk kabupaten dan 10 inovasi unruk pemerintah kota.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *