Connect with us

Zona Ekbis

Petani Tebu di Malang Terancam Bangkrut

Reporter : Cahyono

MALANG – Impor gula putih kristal (GPK) di pasaran mengancam petani tebu di Malang, Jawa Timur. Selain merugi karena persaingan harga, usaha petani tebu ini juga terancam bangkrut alias gulung tikar. Kondisi ini menjadi paradoks lantaran Indonesia menargetkan swasembada gula.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Kebonagung Dwi Irianto, Minggu (25/11/2018) mengatakan ditemukan banyak gula impor yang seharusnya untuk buffer stock atau persediaan cadangan pada awal tahun 2019 sementara gula impor kristal sudah beredar sejak April 2018.

“Bagaimana Indonesia bisa swasembada gula, karena kondisi di lapangan sendiri ditemukan banyaknya gula impor yang seharusnya untuk buffer stock atau persediaan cadangan, pada awal tahun 2019. Nyatanya GKP impor sudah beredar pada bulan April 2018,” katanya.

Pemerintah mencanangkan swasembada gula sebenarnya akan memberikan semangat kepada petani gula. Namun, petani merasa kesulitan dalam menjual gula lokal akibat maraknya gula impor dipasaran menyebabkan banyak gula lokal tidak laku, bahkan menumpuk digudang.

“Data yang kita peroleh GKP impor yang masuk Indonesia  seberat 1,1 juta ton,”tambah dia.

Dikatakan seharusnya pemerintah memiliki validasi data atas kekurangan gula, sehingga bisa mengambil kebijakan impor dengan tepat. Karena jika pemerintah membiarkan gula impor terus masuk ke Indonesia, maka dikhawatirkan dalam beberapa bulan mendatang, banyak petani tebu akan gulung tikar.

Menurutnya, berdasarkan hasil Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) di Kantor Kementerian Perekonomian (Kemenko), di Jakarta, bahwa gula impor diizinkan hanya untuk buffer stock di awal thun 2019 mendatang. Namun kenyataannya, pada bulan April 2018, GKP sudah beredar di pasaran. Sehingga dengan adanya gula impor itu, gula lokal yang diproduksi petani Kabupaten Malang menumpuk di gudang.

Dwi menyebutkan, produktivitas gula lokal mencapai 2,3 juta ton per tahun, namun kebutuhan gula nasional mencapai 2,7 hingga 2,8 juta ton per tahun. Sehingga jika dilihat dari kebutuhan gula, ini berarti Indonesia kekurangan gula.

“Sebenarnya, kekurangan kebutuhan gula hanya 500 ribu ton. Tapi kenapa, GKP impor yang masuk melebihi jumlah kekurangan kebutuhan gula, yakni seberat 1,1 juta ton,” tutur Dwi.

H. Masyur salah satu petani tebu asal Desa Gedangan membenarkan, jika pada tahun 2018 ini, dirinya dan petani tebu lainnya di wilayah Kabupatyen Malang kesulitan dalam menjual gula. Hal ini kata Manyur dipicu gula impor marak di pasaran. “Petani tebu kesulitan dalam menjual gula lokal,”pungkasnya.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2017 ZONANUSANTARA.COM - Portal Berita Online Indonesia dan Dunia