Akreditasi Rumah Sakit Jaminan Layanan Bagi Masyarakat

Reporter : Lius Salu

Timor, – Akreditasi terhadap rumah sakit sebagai langkah penting untuk memberikan jaminan layanan kesehatan yang terbaik kepada masyarakat, kata ketua tim surveyor dari komisi akreditasi rumah sakit Jakarta, Ibu Oktava Dinaria Girsang, Skp, MKep.

“Dengan akreditasi yang diuntungkan nantinya masyarakat karena akreditasi yang baik akan berdampak pada pelayanan kesehatan yang juga lebih baik dan meningkat kepada masyarakat,”katanya kepada awak media pada saat kegiatan “Survey Akreditasi Rumah Sakit Program Khusus SNARS Edisi I Pada BLUD RSUD Kefamenanu, Selasa (4/12/2018).

Ia menjelaskan akreditasi rumah sakit merupakan suatu proses di mana suatu lembaga indipenden non pemerintah maupun swasta melakukan assesment terhadap rumah sakit berdasarkan standar akreditasi yang berlaku. Rumah sakit yang telah diakreditasi, ujarnya, akan mendapat pengakuan dari pemerintah karena telah memenuhi standar pelayanan dan managemen yang telah ditetapkan.

Oleh karena itu, Ia mengemukakan rumah sakit wajib melakukan akreditasi dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan secara berkala setiap 3 (tiga) tahun sekali. Hal ini, kata dia, tercantum dalam undang-undang Nomor 44 tahun 2009 tentang rumah sakit, pasal 40 ayat 1 yang menyatakan bahwa dalam upaya peningkatan mutu pelayanan rumah sakit, wajib dilakukan akreditasi secara berkala minimal 3 (tiga) tahun sekali. Akreditasi wajib bagi semua rumah sakit, baik pemerintah maupun swasta karena akreditasi rumah sakit merupakan jaminan layanan bagi masyarakat.

Tujuan akreditasi rumah sakit, lanjut Oktava adalah meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan rumah sakit karena berorientasi pada peningkatan mutu dan keselamatan pasien, memudahkan proses administrasi, biaya serta penggunaan sumber daya akan lebih efisien, menciptakan lingkungan internal rumah sakit yang lebih kondusif untuk penyembuhan, pengobatan dan perawatan pasien, mendengarkan pasien dan keluarga, menghormati hak-hak pasien serta melibatkan mereka adalah proses perawatan dan memberikan jaminan kepuasan serta perlindungan kepada masyarakat atas pemberian pelayanan kesehatan.

Direktur RSUD Kefamenanu, dr. Agustina Tanusaputra pada kesempatan itu meminta dukungan dari berbagai pihak demi kelancaran akreditasi ini. Pasalnya sementara ini, RSUD Kefamenanu sedang dalam tahap pembuktian pelayanan yang memenuhi standar keselamatan pasian dan petugas.

“Memang tidak mudah dan butuh kerja keras. Tapi harus dibuat mudah dan menyenangkan,”ungkapnya.
“Saya berharap agar semua pihak dapat bergandeng tangan untuk dapat mewujudkan RSUD Kefamenanu sebagai sebuah rumah sakit yang terakreditasi secara paripurna,”pintanya.

Sementara itu, Kepala dinas kesehatan TTU, dr. Derry Fernandes optimis hasil akreditasi RSUD Kefamenanu baik adanya.
“Saya optimis pasti berhasil. Kalau ada niat yang baik, komitmen yang tinggi, proses yang baik, maka hasilnya pasti baik dan itu sudah dilaksanakan oleh pihak manajemen rumah sakit,”katanya kepada awak media.

Ia mengatakan atas nama pemerintah, dirinya sangat senang karena akhirnya RSUD Kefamenanu mendapat kesempatan untuk dilakukan survei akreditasi oleh surveyor dari komite akreditasi rumah sakit.

Mantan Direktur RSUD Kefamenanu ini mengungkapkan tujuan akhir dari pada pelaksanaan akreditasi RSUD Kefamenanu yang akan dilakukan oleh para surveyor, bukan saja untuk mendapatkan pengakuan berupa sertifikat namun implementasinya harus mencerminkan apa yang telah didokumentasikan.

Ia menjelaskan proses pelaksanaan akreditasi terhadap RSUD Kefamenanu telah 2 (dua) kali dilaksanakan paska tahun 2012 silam. “Sehingga kami optimis hasilnya pasti baik apalagi kerja daripada teman-teman di rumah sakit ini cukup baik, sehingga kita optimis hasilnya pasti baik,”pungkasnya. (Lius Salu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *