BPBD Butuh Biaya Atasi Bencana di TTU

Reporter : Lius Salu

TIMOR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur membutuhkan anggaran cukup besar untuk mengatasi korban bencana alam di daerah ini. Kerusakan ditimbulkan akibat bencana alam cukup besar dan sulit diprediksi

Kepala BPBD, Yosefina M. Lake mengatakan wilayah Kab. TTU termasuk daerah yang potensial dan rentan terhadap bencana alam seperti longsor banjir, angin puting beliung. Kerusakan yang ditimbulkan pun cukup besar dan membutuhkan biaya besar untuk mengatasinya.

Eli Lake biasa ia disapa, mengaku saat ini logistik yang tersedia berupa beras 5 ton, seng 2500 lembar dan logistik lain seperti sembako. Dikatakan anggaran untuk pengadaan logistik ini bersumber dari APBD setempat sebesar Rp 600 juta. “Anggaran ini dibagi dua pos. Sebagian beli seng dan lainnya untuk beras. Beras yang ada sebanyak 10 ton namun separoh sudah disalurkan kepada warga dan tersisa 5 ton,” ujar Eli Lake, Rabu (5/12/2018).

Menurutnya minimnya anggaran tersebut bisa dimaklumi karena disesuaikan dengan kas daerah. Karena itu pihaknya menggali sumber dana melalui pengajuan proposal ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) maupun melalui Pemprov. NTT.

Untuk pengajuan proposal bantuan khusus untuk BNPB, pihaknya membutuhkan anggaran sekitar Rp 12,5 m. “Sementara Pemprov NTT, melalui BPBD NTT, kita minta Rp 2,5 m,” ungkapnya.

Eli mengaku, BNPB sudah melakukan survei ke TTU, namun belum bisa memberikan bantuan untuk tahun ini. Pihak BNPB berjanji akan memberikan banatuan yang diminta pada tahun anggaran 2019. “BNPB sudah survei namun belum bisa bantu, karena tahun ini BNPB fokus untuk NTB dan Palu,” tandasnya.

Bantuan dari dua instansi tersebut sebagai antidipasi menghadapi situasi lebih besar, mengingat daerah TTU, termasuk rawan bencana alam.

Belum lama ini wilayah ini diterjang angin puting beliung, akibat hujan deras yang mengguyur daerah ini. Selain rumah rusak, terjadinya longsor memutus sejumlah infrastruktur jalan dan jembatan. Khusus kerusakan infrastruktur jalan dan jembatan, pihak BPBD melakukan koordinasi dengan instansi terkait karena bukan kewenangannya.

Sementara menyangkut warga yang rumahnya rusak diberikan bantuan sesuai kebutuhan. Hingga saat ini BPBD masih terus menyalurkan bantuan kepada warga yang membutuhkan

“Hari ini kami menuju Desa Bakitolas, Kecamatan Naibenu arah pantai utara untuk memberikan bantuan,” ungkapnya.

Mengantisipasi bahaya bencana alam, pihak BPBD setempat menghimbau masyarakat untuk tetap waspada. Bahkan kepada warga yang bermukim di bantaran sungai atau berada di jalur hijau agar segera pindah ke tempat yang lebih aman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *