Diskursus Politik Menjelang Pilpres

Pewarta: Yosef F. Naiobe

JAKARTA – Ekskalasi politik yang terjadi pada Pemilihan Presiden (Pilpres) kian memanas dibanding Pemilu legislatif. Isu hoax dan sentimen SARA merentangkan jurang perbedaan makin melebar. Menjauhkan anak bangsa dari perasaan saling memiliki. Perpecahan fiksi juga bisa dilihat dari parpol pendukung pasangan Capres dan Cawapres masing – masing. Ancaman memecah belah bangsa patut diwaspadai.

Inilah yang menjadi isu sentral dalam diskusi politik Vox Populi Institut (Vox Point) Indonesia di Jakarta Kamis (6/12/2018).

Diskusi kali ini menghadirkan sejumlah narasumber. Salah satunya adalah Susana Suryani Sarumaha. Tema yang diangkat adalah waspada politik pecah belah Pilprea 2019.

Menurut Susan panggilan akrab Susana Suryani Sarumaha tema diskusi politik (dispol) yang diselenggarakan Vox Point Indonesia sangat menantang karena membahas tentang kewaspadaan yang berkaitan dengan isu isu politik yang berpotensi memecah belah kesatuan dan persatuan bangsa.

Bahwa banyak cara yang digunakan untuk mencapai tujuan politik sampai isu SARA dan Hoaks yang profokatif pun digunakan untuk memperjuangkan keinginan.

“Bagi saya isu isu negatif seperti inilah yang harus diwaspadai sehingga tidak gampang terpengaruh,” kata dia.

Susan yang juga merupakan Waketum Vox Point Indonesia mengatakan menghadapi situasi seperti ini masyarakat hendaknya diberi pencerahan lewat pendidikan politik yang benar sehingga bisa membedakan mana yang baik dan benar dan yang mana yang menyesatkan.

Menurut Calon anggota DPD dari DKI Jakarta ini, masyarakat juga perlu diberi pemahaman literasi yang baik sehingga bisa membedakan berita hoax yang menyesatkan dan berita yang benar yang mencerdaskan.

Dikatakan dalam pesta demokrasi sering terjadi mengkalim diri paling benar, banyak cara dimanipulasi yang penting tujuan tercapai. Padahal kalau kita sadar, maka harusnya kita tunjukan bahwa pesta secara filosofis menunjukan adanya sukacita, kegembiraan dan Kedamaian. Karena itu kita menyebutnya pesta demokrasi. Akan tetapi antara idealisme dan realisme sering tidak sejalan. Suasana pesta ini kadang ternoda dengan kegaduhan.

Ada pun sejumlah narasumber lain yang dihadirkan dalam dispol seri 10 ini antara lain, Intan Fitriana Fauzi,SH, LL.M, TKN Prabowo Sandi, Aceh Hasan Syadzily, TKN Jokowi Ma’ruf Amin, Sirajuddin Abbas, Direktur Eksekutif SMRC, pengantar, Yohanes Handoyo Budhisejati, Ketum Vox Point Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *