Gelar Bazar di Perbatasan Kemenpar Ingin Sukseskan Target 17 Juta Wisatawan

Reporter : Yulius Salu

TIMOR – Kemeneterian Pariwisata RI menggelar bazar atau pasar murah di daerah perbatasan Indonesia dan Timor Leste. Lokasi berlangsungnya pasar murah di Wini, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur.

Informasi yang berhasil dihimpun kegiatan ini berlangsung selama empat hari. Antara tanggal 3 – 4 Desember, dilanjutkan tanggal 10 – 11 Desember 2018.

Kemenpar melalui salah satu pejabatnya mengungkapkan pemerintah menargetkan kunjungan wisayawan selama tahun ini bisa mencapai 17 juta orang atau 20 juta wisatawan di tahun 2020.

“Kegiatan ini dilaksanakan oleh Kementerian Pariwisata RI bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata TTU, CIQ, TNI, POLRI, Kedubes RI untuk Timor Leste melibatkan para kelompok UKM, Sanggar Seni Tari, Group Band setempat dan akan berlangsung selama 4 hari yakni tanggal 3-4 dan 10-11 Desember 2018. Kegiatan ini dalam digelaelr dalam Festival Wonderful Indonesia 2018,” ujar salah satu staf Dinas Pariwisata, Selasa (4-/12/2018).

Sayangnya acara bazar yang diselenggarakan Kemepar luput dari perhatian media. Semua wartawan yang selama ini bertugas di TTU tidak diundang untuk meliput acara tersebut. Informasi mengenai pelaksanaan bazar justru diperoleh melalui salah satu staf dan pegawai lain yang membocorkannya ke media.

Plt Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Raimundus Thaal tidak menyampaikan informasi penting tersebut.

Menteri Pariwisata RI Arief Yahya dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan dari negara tetangga demi mewujutkan target kunjungan yang mencapai 17 jt di tahun 2018 dan 20 jt di tahun 2020.

Bupati TTTU, Raymundus Sau Fernandes dalam sambutan tertulisnya menyatakan dengan adanya kunjungan wisatawan, masyarakat harus tanggap dan sigap menangkap peluang usaha dengan menyiapkan barang atau jasa yang dibutuhkan oleh wisatawan. Hal ini dapat meningkatkan penghasilan dan pertumbuhan ekonomi akan menjadi lebih baik.

“Dengan adanya kunjungan wisatawan masyarakat harus tanggap dan menangkap peluang usaha dengan menyiapkan barang barang atau jasa yang dibutuhkan oleh wisatawan,”katanya.

Ia berharap melalui gerbang batas RI – RDTL warga Timor Leste semakin banyak melintasi batas datang untuk menyaksikan berbagai atraksi seni budaya dan membeli berbagai macam kebutuhan yang ada.

Ada pun barang barang yang diperdagangkan melalui pasar murah antara lain, terdiri dari sembilan bahan pokok dan kebutuhan lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *