Connect with us

Zona Headline

Jangan Remehkan Kelompok Teroris dan Radikal di NTT.

Reporter : Pieter Sambut

JAKARTA – Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI), Petrus Selestinus,SH mengingatkan seluruh komponen masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) agar waspada terhadap keberadaan kelompok teroris dan radikal di bumi Flobamora.
Hal ini disampaikan melalui rilis yang diterima media ini, Kamis (27/12/2018).

Politisi Hanura ini menanggapi pernyataan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo yang menyinggung bahwa kelompok radikal dan teroris “gentayangan” di NTT. Indikasi ini disampaikan Mendagri saat berpidato dalam Rapat Paripurna Terbuka Peringatan HUT Provinsi NTT ke 60 di Kupang, 20 Desember lalu.

Menurut Petrus Selestinus yang juga merupakan caleg DPR RI dapil NTT 1, pernyataan Mendagri ini jangan dianggap remeh. “Tentu Mendagri tidak asal omong. Pasti ada informasi akurat berkaitan dengan keberadaan kelompok radikal dan terorime di wilayah NTT,” ujarnya

Belum lama ini terjadi penangkapan terduga teroris di Rangga Watu, Manggarai Barat, NTT. Ajakan Mendagri kata Selestinus agar seluruh komponen mayarakat di Provinsi berbasis kepulauan itu untuk sama-sama “memberangus” kelompok teroris dan radikal yang sudah gentayangan di NTT perlu disikapi secara serius.

Advokad senior Peradi yang menetap di Jakarta ini berharap aparat Kepolisian dan TNI menyiapkan langkah-langkah antisipatif atau prefentif dan bahkan penindakan terhadap kelompok radikal dan teroris di NTT.
Pemerintah provinsi dan kabupaten serta jajarannya juga harus melakukan langkah antisipatif dengan memonitor keberadaan kelompok teroris dan radikal. Langkah antisipatif ini perlu dilakukan, agar tidak terjadi tindakan main hakim sendiri oleh masyarakat.

“Mencegah jauh lebih baik daripada kecolongan. Sebab dampak yang ditimbulkan oleh aktivitas kelompok teroris dan radikal sangat luar biasa besar, bukan saja pada persoalan mengganti ideologi negara yaitu Pancasila, akan tetapi nyawa manusia ikut terancam dan hilang secara mengerikan,” jelasnya

Peran Kaum Muda

Sementara itu, politisi muda partai Demokrat M.M. Ardi Mbalembout, SH, MH, CLA mengatakan, peringatan dari Mendagri perlu disikapi secara bijak oleh orang muda NTT. Pernyataan Mendagri ini merupakan peringatan dan tantangan untuk masyarakat NTT, khususnya orang muda. Sejauh ini NTT sangat menjaga toleransi dan menghargai keberagaman. Dari hasil survei, NTT termasuk wilayah dengan tingkat toleransi tinggi. Masyarakat NTT, khususnya orang muda harus tetap menjaga komitmen untuk menjadikan NTT sebagai rumah yang ramah dan aman bagi semua suku, agama, ras dan antar golongan.

“Untuk itu orang muda NTT harus menjadi ujung tombak untuk mencegah kehadiran kaum teroris dan radikal di NTT, tegas caleg DPR RI Dapil Jakarta Timur dihubungi melalui telepon selulernya, Kamis.

Menurut Tardi, demikian ia disapa, kewaspadaan masyarakat NTT terhadap keberadaan kelompok teroris dan radikal tidak memberi legitimasi kepada masyarakat, khususnya orang muda untuk berindak main hakim sendiri. Kewaspadaan itu, katanya, harus dipahami dalam konteks memantau keberadaan kelompok teroris dan radikal dan sedini mungkin melaporkan kepada pihak berwajib. Sebab, tindakan yang tidak bijak bisa berdampak pada terciptanya situasi saling curiga dan mengganggu hubungan sosial yang selama ini terjalin baik di antara kelompok masyarakat yang berbeda, suku, agama dan ras di NTT.

Tardi mengakui, kemungkinan adanya kelompok teroris dan radikal di NTT sebagaimana dinyatakan oleh Mendgri sangat terbuka. Soalnya, dari aspek geografi dan geostrategik, NTT terdiri dari pulau-pulau dan berbatasan langsung dengan negara Timor Leste dan Australia. Pulau-pulau di NTT bisa dijadikan wilayah transit bagi imigran dari Timur Tengah yang mencari suaka ke Australia. Untuk itu aparat Kepolisian, TNI dan masyarakat NTT harus melakukan tindakan prefentif.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2017 ZONANUSANTARA.COM - Portal Berita Online Indonesia dan Dunia