Connect with us

Zona Gaya Hidup

Kades Maksimus Elu Komitmen Jadikan Desa Manamas Desa Kelor

Reporter : Lius Salu

TIMOR,- Kepala desa Manamas Kecamatan Naibenu, Kab. Timor Tengah Utara, NTT, Maksimus Elu berkomitmen ingin menjadikan desa Manamas sebagai desa kelor.

Komitmen ini, ia ungkapkan dengan membagikan 500 (lima ratus) bibit kelor kepada warganya pada kegiatan kerja bakti pembersihan kebun contoh milik desa Manamas, Senin (17/12/2018) yang melibatkan seluruh warga desa Manamas dan dihadiri oleh anggota satgas pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonif Mekanis 741/GN sebanyak 5 orang dan anggota Pospol Manamas.

Maksimus mengatakan lima ratus bibit kelor yang dibagikan kepada masyarakat diambil dari kebun kelor milik pribadinya yang luasnya hampir mencapai 1 hektar. Masing-masing keluarga diberikan 100 bibit kelor untuk ditanam di kebunnya masing-masing.

Maksimus mengatakan komitmen untuk menjadikan desa Manamas sebagai desa kelor untuk mendukung salah satu program unggulan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT yakni pengembangan kelor secara besar-besaran melalui gerakan revolusi hijau yang akan dilakukan secara gencar tahun 2019 dan 2020 untuk menjadikan Provinsi NTT menjadi Provinsi penghasil tanaman kelor.

Kelor menurut kades Maksimus kegunaan dan manfaatnya sangat beragam bahkan di sejumlah disebut sebagai pohon ajaib karena terbukti secara ilmiah merupakan sumber gizi berkhasiat obat yang kandungannya diluar kebiasaan kandungan tanaman pada umumnya. Bahkan, lanjut Maksimus, berdasarkan hasil penelitian, kelor mengandung vitamin A,C,B, kalsium, kalium, besi dan protein dalam jumlah yang sangat tinggi yang mudah dicernah dan diasimilasi oleh tubuh manusia. Dan jumlahnya berlipat-lipat dari sumber makanan yang selama ini digunakan sebagai sumber nutrisi untuk perbaikan gizi.

“Tanaman kelor mulai dari daun, biji, bunga, akar, kulit kayu memiliki kegunaan masing-masing yakni untuk stimulan jantung, peredaran darah dan menurunkan kolesterol serta antibakteri dan antijamur. Karena itu, saya berambisi besar untuk jadikan desa Manamas sebagai desa kelor,”tandas Maksimus yang mengaku menggeluti dunia kelor pada tahun 2016 lalu. Dengan kandungan nutrisi yang demikian komplit, kelor menjadi kandidat utama untuk mengatasi masalah kekurangan gizi pada balita, ibu hamil dan menyusui,”lanjutnya. Sembari berharap bibit kelor yang sudah dibagikan dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat karena selain berguna untuk kesehatan juga menambah penghasilan ekonomi dalam rumah tangga.

Amatan wartawan, usai pembagian bibit kelor, bersama anggota satgas pamtas Yonif Mekanis 741/GN Sektor Barat dan anggota Pospol Manamas, melakukan reboisasi di salah satu sumber mata air desa Manamas di kali Oelnaksuti berupa penanaman secara simbolis 22 anakan mahoni dan 20 anakan jambu air.

“Total anakan yang sudah ditanam adalah 600 anakan. Dan sudah ditanam di 7 sumber mata air yang tersebar di desa Manamas. Dan hari ini hari terakhir penanaman anakan mahoni dan jambu air,”jelas kades Maksimus kepada awak media.

Delapan sumber mata air itu, lanjut kades Maksi, antara lain, Neofmeo, Puamnut, Takah, Nahau, Besnaen, Bipolo dan Taupjam.

Maksimus mengatakan tujuan reboisasi adalah untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup terutama di sumber mata air agar terhidar dari dampak bencana kekeringan pada musim kemarau. “Reboisasi ini hasil kerjasama dengan badan lingkungan hidup (BLHD) Kab. TTU dan merupakan sinergitas pemerintah desa, masyarakat, TNI dan Polri,”tutupnya.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2017 ZONANUSANTARA.COM - Portal Berita Online Indonesia dan Dunia