Connect with us

Zona Headline

Kritis Kooperatif Atau Reaktif, Militan Revolusioner?

 

Oleh: Saiful Huda Ems (SHE).

Meskipun aparat kepolisian telah berhasil meringkus beberapa orang yang telah melakukan beberapa tindakan melawan hukum, khususnya yang berkenaan dengan hoax, hate speech dan berbagai tindak radikalisme, saya melihat aparat kepolisian juga belum mempunyai nyali besar untuk menindak dan memberi sanksi hukum melalui proses peradilan yang sangat serius terhadap orang-orang seperti itu.

Namun demikian aparat kepolisian terlihat juga mempunyai kecenderungan untuk menjerat para pelaku hoax, hate speech dan berbagai tindakan radikalisme yang lainnya dengan cara mencari kasusnya yang lain, yang kira-kira kalau kasus tersebut ditangani tidak menimbulkan reaksi besar dari kelompok radikalis yang selalu mendukung pelaku tindakan melawan hukum, bahkan yang kerap menuduh aparat kepolisian dan pemerintah telah melakukan kriminalisasi ulama.

Contoh saat menangani kasus hate speech Habib Bahar bin Smith, polisi tidak memprosesnya soal penghinaan pada simbol negara yakni Presiden Jokowi, tapi justru memprosesnya di kasus tindak kekerasan Bahar bin Smith pada anak remaja. Strategi penanganan perkara oleh aparat kepolisian semacam ini bagi saya ada plus minusnya, mengingat sudah menjadi rahasia umum, bahwa bangsa ini saat ini sedang terbelah menjadi dua, yakni kelompok moderat nasionalis dan fundamentalis, radikalis.

Penanganan polisi pada para pelaku tindak kejahatan melawan hukum yang seperti demikian satu sisi sangat baik untuk tujuan mencegah kerusuhan nasional, tapi di sisi lain sangat buruk dari sisi preseden penegakan hukum.

HARIMAU JOKOWI (HARJO) sendiri ada kecenderungan melakukan cara menyikapi masalah persoalan yang demikian seperti apa yang dilakukan oleh aparat kepolisian itu, tentu dengan bentuknya yang berbeda karena HARJO tidak memiliki kewenangan hukum seperti yang diberikan pada institusi POLRI, namun jujur kadang saya sebagai Ketua Umum HARJO juga kerap berusaha keras untuk menenangkan beberapa teman-teman pengurus yang ingin HARJO bertindak lebih dari itu.

Sampai saat ini saya masih terus berusaha berpikir keras untuk mencari solusi dari dua pendekatan ini untuk menggerakkan arah perjuangan HARIMAU JOKOWI: mau tetap menjadi organisasi massa kritis kooperatif atau reaktif, militan, revolusioner. Sangat tidak gampang. Rasanya saya memutuskan hal ini, mengingat di dalam kepengurusan HARJO tidak hanya terdapat orang-orang yang siap bertempur di lapangan untuk memberi reaksi keras terhadap para pelaku hoax dan ujaran kebencian (kelompok radikalis), melainkan juga terdapat orang-orang yang ingin HARJO menjadi Ormas perkumpulan kaum intelektual yang memiliki kecakapan menangani perkara dari berbagai bidang disiplin ilmu yang ditekuninya. Bagaimana dengan pendapat Anda?

Jakarta, 29 Desember 2018.

Saiful Huda Ems (SHE) adalahKetum Pimpinan Pusat HARIMAU JOKOWI. Ia juga berprofesi sebagai Advokat

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2017 ZONANUSANTARA.COM - Portal Berita Online Indonesia dan Dunia