Lagu Indonesia Raya Akhirnya Berkumandang di Daerah Konflik

Reporter : Lius Salu

TIMOR – Tidak mudah menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya di daerah konflik antar negara. Situasi ini bertahun tahun dialami warga Desa Nelu, Kecamatan Naibenu, Kab. Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur. Pasca jajak pendapat yang berakhir dengan pemisahan Timor Timur menjadi satu negara sejak saat itu pula lagu kebangsaan Indonesia meredup.

Seiring perjalanan waktu jauh sebelum Timor Timur (kini) Timor Leste merdeka, warga Nelu menjadi bagian integral wilayah NKRI. Mereka yang bermukim di sini mulai terusik setelah Timor Leste berpisah. Pasalnya wilayah tersebut berstatus sengketa. Diperebutkan pihak NKRI dengan Negara Timor Leste. Situasi ini praktis membuat warga kesulitan untuk menunjukan simbol simbol negara termasuk menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Bak simalakama. Dinyanyikan salah. Tidak pun tetap salah. Berada dalam zona tak nyaman risiko mengintai setiap saat. Masih beruntung kehadiran TNI di daerah perbatasan membawa kabar baik. Lagu kebangsaan Indonesia akhirnya bisa berkumandang dengan gegap gempita, bergemuruh, dan bergema memantul di antara daerah perbukitan yang selama ini menjadi sekat bagi warga dua negara tersebut.

Setelah diusut, ternyata sosok dibalik riangnya warga berani menyanyikan lagu ciptaan WR Supratman tersebut adalah Dankipur I, Lettu Inf. Teguh Prasetyo.

Kehadiran TNI seperti tidak saja menambah semangat patriotisme bagi warga. Namun memberikan tataran nilai kecintaan terhadap bangsa dan negara.

Semangat patriotisme itu spontan menyulut keberanian warga dari rasa ketakutan membelenggu mereka untuk menyanyikan Indonesia Raya.

Warga membentuk koor bersama TNI Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonif Mekanis 741/GN secara bersama sama menyanyikan lagu Indonesia Raya untuk pertama kalinya dipimpin Lukas Elu, Selasa (4/12/2018)

Sikap ksatria inilah yang ditunjukan kepada warga di daerah perbatasan yang selama ini masih menjadi daerah sengketa antara negara RI-RDTL.

Sedikit menarik sejarah ke belakang. Timor Leste sempat berintegrasi dengan Indonesia, sekitar tahun 1975. Sayang kebersamaan ini kandas lewat jajak pendapat yang diadakan pada tahun 1999. Warga yang memilih merdeka dan menisahkan diri dari Indonesia menang atas hasil jajak pendapat yang diawasi langsung Badan PBB.

Kini daerah perbatasan yang masih memiliki hubungan kerabata, satu bahasa dan adanya kesamaan budaya ini dipaksa “cerai” oleh situasi politik nasional yang konon direkayasa bangsa asing. Entah benar atau tidak hanya sejarah yang bisa menjawabnya.

Kedaulatan negara di perbatasan dua negara dibawah penjagaan prajurit TNI, Satgas Pamtas.

Lettu Teguh, mengatakan selain menjaga patok batas antara RI-RDTL maupun dengan negara lain, pihaknya juga menggelar berbagai aktifitas dengan masyarakat guna menumbuhkan kecintaanya terhadap NKRI yang semakin kuat dan kokoh apalagi daerah yang bersengketa seperti Nelu.

Teguh mengaku, pihaknya juga akan menggelar berbagai kegiatan di wilayah perbatasan seperti baksos maupun kegiatan lainnya sehingga masyarakat yang berada di perbatasan dapat membantu TNI dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI di perbatasan.

“Kami akan gelar banyak kegiatan dengan masyarakat di perbatasan. TNI kuat karena Masyarakat sehingga kami akan bersama-sama bergotong royong menjaga perbatasan ini,” jelas Teguh.

Sementara itu, salah seorang warga Lukas Elu berharap, pemerintah pusat secepatnya menyelesaikan persoalan batas antara RI-RDTL di Nelu dan Leolbatan sehingga pihaknya bisa hidup dalam kedamaian tanpa adanya perasaan takut.

Untuk diketahui Desa Nelu berada diwilayah perbatasan Distrik Oecusse Negara Timor Leste. Status tanah di Nelu masih mengambang lantatan terjadi saling klaim dengan desa tetangga Leolbatan yang masuk wilayah Timor Leste. Dalam kondisi dilema untuk saling menjaga keharmonisan warga Nelu memilih tidak menyanyikan Indonesia Raya. “Kalau kami menyanyikan lagu itu kwatir akan memancing amarah warga Leolbatan,”tandas Lukas Elu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *