Susana Suryani Sarumaha : Mengabdi Adalah Panggilan Jiwa

Reporter : Yosef Funan Naiobe

JAKARTA – Terpanggil untuk mengabdikan diri secara total dan berkontribusi untuk negara adalah motivasi yang mendorong Susana Suryani Sarumaha mencalonkan diri sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah melalui daerah pemilihan DKI.

“Yang mendorong saya maju sebagai calon DPD karena saya sebagai warga negara Indonesia merasa terpanggil untuk terlibat dalam tugas pembangunan melalui jalur DPD. melalui lembaga DPD saya dapat memberi kontribusi pengabdian melalui pemikiran dan tindakan konkrit kepada negara,” kata Susana melalui wawancara by phone Selasa (4/12/2018)

Istri Dirjen Bimas Katolik Kementerian Agama Eusabius Binsasi ini mengaku memilih masuk melalui jalur perseorangan melalui DPD karena selama ini terlibat dalam organisasi non partai yakni Dharma Wanita Persatuan. Dan organisasi ini termasuk salah satu lembaga yang memotivasi dirinya untuk menjadi calon DPD.

Lalu mengapa ia mesti memilih DKI Jakarta dan bukan daerah lain? Susana ternyata memiliki pandangan tersendiri. DKI sebagai ibukota negara tentu mengalami perubahan dan pertumbuhan dari waktu ke Waktu. Baik aspek ekonomi, politik, parawisata, kebudayaan , dan pengembangan SDM dan lain sebagainya.
Akan tetapi DKI Jakarta yang adalah Indonesia mini segala.pertumbuhan dan perkembangan di Indonesia akan menjadikan Jakarta sebagai tolok ukur.

Dengan demikian dapat saya mengatakan bahwa Pertumbuhan DKI Jakarta sangat dinamis mrngikuti gejolak pertumbuhan Nasional bahkan Internasional.

Jauh di lubuk hati yang terpendam jika terpilih menjadi seorang senator. Ia bertekag untuk mendorong pemberantasan korupsi secara maksimal dengan penetapan regulasi yang mendukung kerja KPK dan upaya melibatkan peran perempuan dalam pemberantasan Korupsi. Mendorong peningkatan penegakkan hak hak perempuan dan anak .

“Saya terpanggil untuk jadi Senator di DKI karena Jakarta adalah juga Ibukota Negara Republik Indonesia yang menjadi baro meter Indonesia di dunia Internasional dan barometer kota untuk kota kota lain di Indonesia,”pungkasnya penuh obsesi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *