Connect with us

Zona Headline

Sutoyo Buronan Kasus Korupsi Ditangkap Dirumah Orangtuanya

Reporter : Cahyono

MALANG-Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang, Jawa Timur (Jatim) berhasil menangkap Sutoyo, terpidana kasus korupsi pengadaan Laboratorium Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Negeri Malang (UM) tahun 2009. Sutoyo selama ini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

Buronan kejaksaan ini ditangkap tim gabungan Seksi Pidana Khusus dan Seksi Intel Kejari Kota Malang di rumah orang tuanya, di Desa Purwosari, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo, Jatim, pada Kamis (27/12), pukul 01.00 WIB. “Setelah ditangkap kita gelandang ke Kantor Kejari Kota Malang untuk dimintai keterangannya. Dan saat itu juga langsung kita lakukan eksekusi ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Lowokwaru, Kota Malang,” jelas Kepala Seksi (Kasi) Pidsus Kejari Kota Malang Ujang Supriyadi.

Pada saat proyek berjalan dosen Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UM, menjabat Sekretaris Panitia Lelang Pengadaan Laboratorium MIPA.

Kasus korupsi yang menjerat Sutoyo atas kasus pengadaan Laboraturium MIPA UM yang merugikan negara sebesar Rp 14,8 miliar. Namun sejak menyandang status sebagai terpidana Sutoyo memilih kabur hingga masuk DPO Kejari Kota Malang sejak bulan Agustus 2018. Enam bulan buron, Kamis kemarin kejaksaan menghentikan pelariannya.

Dikonfirmasi sebelum dieksekusi ke Lapas Lowokwaru Sutoyo mengaku dalam kasus ini dirinya hanyalah terpidana kelas teri. Sementara peran besar atau kelas kakapnya belum dikenai tindakan hukum. “Sebenarnya perkara ini ada kaitannya dengan terpidana Nazarudin, dan saya ini hanya sebagai kelas teri, karena kelas kakapnya hingga saat ini masih bebas,”ungkapnya.

Ia juga mempertanyakan soal kerugian negara. “Sebenarnya yang menikmati kerugian negara itu siapa?. Sebab, kasus ini pasti menyentuh level pimpinan perguruan tinggi,” beber Sutoyo.

Sutoyo lantas menyebut level pimpinan perguruan tinggi yakni salah satunya adalah Pembantu Rektor (Purek) II UM Bidang Urusan Keuangan tahun 2019. Sebab, Purek II itu yang berhubungan langsung dengan pengadaan Laboratorium MIPA. “Dan bahkan, dalam pengadaan Laboratorium MIPA itu juga disebutkan ada yang menerima uang sebesar Rp 300 juta dan Rp 500 juta,” ungkapnya.

Sutoyo juga membantah mengaku, jika menerima uang sebesar Rp 10 juta, yang selama ini dituduhkan kepadanya. Karena tidak pernah bertemu dengan orang yang mengantarkan uang tersebut. Selain itu, dirinya juga sedang menjalani putusan kasasi sambil menunggu Peninjauan Kembali (PK) dari Mahkamah Agung (MA). Sedangkan PK yang saya ajukan agar ada keadilan dalam kasus yang menjerat dirinya.
“Karena dalam panitia itu ada tujuh orang, namun kenapa yang dikorbankan hanya dua orang, yakni dirinya dan Abdullah Fuad yang kini sudah ditahan di Lapas Lowokwaru. Dan seharusnya, panitia lelang itu kolektif kolegial,” pungkasnya.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2017 ZONANUSANTARA.COM - Portal Berita Online Indonesia dan Dunia