Connect with us

Zona Headline

Ardy Mbalembout: Tendesius Polisikan Andi Arief

Reporter : Pieter Sambut

Jakarta – Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat menyoroti aksi pelaporan yang dilakukan oleh Tim Kapanye Nasional (TKN) Joko Widodo – Ma’ruf Amin kepada Bareskrim Polri terkait dengan cuitan politisi Demokrat Andi Arief soal 7 kontainer surat suara dari China yang sudah dicoblos. Laporan itu terkesan dipaksakan dan tendensius, seolah-olah partai Demokrat menjadi target untuk didiskreditkan. Hal ini disampaikan disampaikan Sekretaris Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat MM Ardy Mbalembout, SH, MH, CLA di kantornya, Jumat (4/1/2019). Cuitan Andi Arief dalam twitternya, kata Mbalembout sama sekali tidak memenuhi unsur pidana sebagaimana diatur pasal 310 KUHP jo. pasal 27 ayat (3) dan pasal 28 ayat (1) UU ITE.

“Kalau kita cermat membaca cuitan Andi Arief, jelas dia hanya meminta klarifikasi. Tidak ada unsur tuduhan, fitnah atau justifikasi pada pihak tertentu. Berita itu sudah viral sebelumnya dan seharusnya cuitan Andi Arief dihargai sebagai upaya mencegah fitnah atau kecurigaan yang bisa menimbulkan kegaduhan pada tahun politik seperti ini,” tegas Ketua DPD Kongres Advokad Indonesia DKI Jakarta ini.

Mbalembout menyesalkan pernyataan Sekjen PDI-P, Hasto Kristiyanto yang menyebut cuitan Andi Arief sangat provokatif, cermin kekerdilan jiwa, mental prejudice, pernyataan jalanan dan berbahaya. Bahkan Hasto menyebut cuitan Andi Arief sudah memenuhi delik hukum. “Hasto mengambil kesimpulan dari mana, bahwa cuitan Andi Arief sudah memenuhi delik hukum? Ini bagian dari abuse of power (penyalahgunaan kekuasaan).

Sebagai Sekjen dari partai berkuasa, tampak jelas ada tekanan terhadap penegak hukum untuk menyeret Andi Arief sebagai penyebar hoax. Sebaiknya Hasto minta pendapat dari Divisi Hukum PDI-P sebelum mengeluarkan pernyataan yang menambah gaduh iklim politik menjelang Pilres 2019,” jelas calon anggota DPR RI dari Dapil Jakarta Timur. Menurutnya partai Demokrat mendukung kerja Tim Cyber Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri untuk mengungkap kasus hoax 7 kontainer surat suara yang sudah dicoblos tersebut.

“Para pihak sebaiknya menahan diri dan menyerahkan sepenuhnya pada Polri. Kami yakin Polri bekerja profesional untuk mengungkap siapa sebenarnya pelaku penyebaran berita hoax tersebut,” tegasnya.

Sejauh ini, Tim Cyber Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri telah menangkap dua orang terduga menyebarkan berita bohong (hoax) mengenai 7 kontainer surat suara yang sudah dicoblos dari China. Seorang dengan inisial HY diamankan di Bogor dan LS di Balikpapan. Keduanya aktif menyebarkan berita hoax tersebut baik di medsos maupun group WhatsApp.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2017 ZONANUSANTARA.COM - Portal Berita Online Indonesia dan Dunia