Dewan Soroti Kinerja Dispendukcapil Blitar

  • Ribuan warga terancam tidak bisa menerima bantuan karena belum punya e-KTP

BLITAR – Kalangan DPRD Kabupaten Blitar menyoroti kinerja Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) setempat, yang dinilai lambat dan kurang inovasi untuk mengatasi persoalan KTP elektronik (e-KTP).

Hal ini disampaikan anggota Komisi I DPRD Kabupaten Blitar, Wasis Kuntoatmojo jika pihaknya sudah berulang kali memberikan masukan untuk menyelesaikan masalah pengurusan e-KTP. “Tapi tidak pernah ada tindaklanjut atau realisasi nyata, untuk menyelesaikan masalah e-KTP yang sampai sekarang terus terjadi,” tutur Wasis dari Partai Gerindra ini, Rabu(4/3/2018).

Masalah antrian yang panjang ketika mengurus surat-surat di Dispendukcapil, sampai sekarang tetap terjadi. Bahkan tidak sedikit yang harus bolak-balik, karena kehabisan no antrian. “Ini kan masalah sistem yang harus dibenahi, anggaran ada tapi kenapa belum ada langkah kongkrit mengatasi masalah ini,” ungkap Wasis.

Bahkan yang terbaru, ternyata masih ada ribuan warga Kabupaten Blitar yang belum punya e-KTP. Mereka masih memegang KTP lama, akibatnya mereka terancam tidak bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah. “Karena syarat utamanya harus sudah mempunyai e-KTP,” paparnya.

Kondisi ini dibenarkan oleh Kepala Dispendukcapil Kabupaten Blitar Eko Budi Winarso untuk bisa mendapatkan bantuan pemerintah seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai dan jenis bantuan lainnya mewajibkan penerima bantuan memiliki e-KTP. “Saat ini ada lebih dari 1.000 warga khususnya lanjut usia, yang masih menggunakan KTP manual atau konvensional yg sudah tidak berlaku,” jelas Eko.

Tapi Eko juga menjelaskan alasan kenapa kondisi ini terjadi, karena para lansia ini tidak mengetahui tentang aturan e-KTP dan kesulitan akses untuk mengurusnya. “Kami sudah bekerja sama¬†dengan kepala desa, untuk segera melakukan pendataan agar dapat dilakukan program jemput bola kepada para pemilik KTP konvensional atau KTP manual agar mereka segera mendapat bantuan dari pemerintah,” tandas Eko.ais

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *