Di kota Malang warga Miskin Mencapai Ratusan Ribu

Malang – Jawa Timur, Penduduk kurang mampu (miskin) di kota Malang mencapai 159. 476. Jumlah ini berdasarkan data per 30 Desember 2017. Hal ini terungkap melalui seminar dengan tema Merajut Demokrasi yang diselenggarakan Malang Peduli Demokrasi belum lama ini.

Kabid Kesmas Dinas Kesehatan kota Malang Linda Desriwati dalam pemaparannya menjelaskan sumber pemicu data angka kemiskinan yang direkap melalui Dinas Sosial setempat berdasarkan sejumlah kriteria. “Dari data Dinsos kita mengetahui peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) mencapai 575. 900 orang.

Menyangkut kriteria kemiskinan beberapa diantaranya rumah tidak menggunakan penerangan listrik, sumber air minun berasal sumur atau mata air tidak terlindung, bahan bakar untuk memasak dari kayu atau arang atau minyak tanah. Kriteria lain luas rumah dan tanah kurang dari 8 meter per segi yang terbuat dari tanah dan bambu kayu murahan.

Dikatakan pemerintah setempat melalui Dinas Kesehatan akan terus berupaya untuk melayani jumlah penduduk di kota Malang yang berjumlah 895. 387 jiwa. Pelayanan dimaksud adalah bidang kesehatan.  Sumber pendanaannya berasal dari bantuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kota Malang.

Linda Desriwati menjelaskan APBD yang disalurkan khusus pembiayaan kesehatan warga tak mampu tahun ini mencapai Rp 20 m. “Anggaran ini mengalami kenaikan dari tahun lalu sebesar Rp 18 m,” jelasnya.

Acara yang dipandu Eka Fatmawati,  menampilkan sejumlah narasumber dari Rumah Sakit Saiful Anwar Malang. Bertindak sebagai penyanggah Direktur
Lembaga Research and Consultant Pemantau dan Evaluasi Otonomo Daerah Geogre Dasilva.

Salah satu pemateri dr Widodo dari Rumah Sakit Saiful Anwar mengaku dalam melayani pasien BPJS masih terdapat kekurangan yang harus dievaluasi. Managemen rumah sakit bahkan membuka diri terhadap masyarakat bila menemukan pelayanan yang kurang atau maksimal. “Terhadap kekurangan ini kami berjanji secara perlahan lahan akan membenahi pelayanan kepada masyarakat atau pasien secara lebih baik,” katanya.

Mengingat makin meningkatnya pasien pengguna BPJS, Linda Desriwati dan  dr Widodo mengharapkan masyarakat   bisa memanfaatkan rumah sakit lain yang menerima pasien BPJS seperti RS Tentara Saproen dan rumah sakit lain. Harapan ini dimaksudkan agar masyarakat tidak harus berobat ke  Rumah Sakit Saiful Anwar Malang. @ Yos Naiobe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *