DPW NasDem Tolak PAW Kader Bermasalah

  • Ketua DPRD Berdalih belum ada SK Gubernur

MALANG – Meskipun sudah dipecat dari Partai Nasional Demokrat (NasDem) selama hampir 2 tahun, namun Dewan Pengurus Wilayah (DPW) NasDem Jawa Timur terkesan menolak proses Pergantian Antar Waktu (PAW) kadernya yang bermasalah.

Dengan dalih, yang bersangkutan yakni Lukito Eko Purwandono anggota DPRD Kabupaten Malang periode 2014-2019 tersebut. Sudah menjalani hukuman, tidak melakukan tindakan yang merugikan partai dan tetap melaksanakan perintah partai.

Seperti disampaikan Ketua DPW NasDem Jawa Timur, Rendra Kresna saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya mengakui jika Partai NasDem telah melakukan pemecatan terhadap Lukito dari keanggotaan partai. “Namun Lukito hingga kini masih  melaksanakan perintah partai dan tidak melakukan sesuatu yang merugikan partai,” tutur Rendra yang kini menjabat Bupati Malang, Minggu(8/4/2018).

Sedangkan kasus yang menjeratnya dan dia juga sudah menjalankan hukuman penjara, maka untuk melakukan PAW tentunya DPD melakukan telaah terlebih dahulu yaitu bagaimana dan apa yang dilakukan oleh bersangkutan. “Jika yang bersangkutan ternyata memang bermanfaat bagi partai, bagus dan baik bagi partai, maka DPD harus memberikan telahan dengan pertimbangan tertentu,” paparnya.

Dari sisi lain, lanjut Rendra, meski Lukito pernah terjerat masalah hukum, namun dia mampu untuk memperbaiki performance-nya dan tidak melakukan hal merugikan partai, maka Partai NasDem masih memberikan kesemapatan pada Lukito untuk memperbaikinya.

Sementara itu, dari pihak DPRD Kabupaten Malang juga belum ada kejelasan kapan PAW bisa dilaksanakan. Dengan dalih, belum ada SK dari Gubernur Jatim. Meskipun sudah 2 tahun berjalan.  tak ada titik terang PAW

Disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Malang Hari Sasongko, bahwa hingga kini pihaknya masih menunggu keputusan resmi dari Gubernur Jatim, untuk bisa memberhentikan Lukito sebagai anggota dewan. “Bagaimana mungkin bisa memberhentikan atau PAW Lukito, jika tidak ada Surat Keputusan (SK) dari Gubernur Jatim,” tegasnya.

Menurutnya, karena belum ada SK pemberhentian anggota dewan dari Gubernur, maka Lukito hingga kini masih menerima fasilitas sebagai anggota dewan seperti anggota dewan lainnya. Dan dia pun juga dilibatkan untuk mengikuti kegiatan anggota dewan, baik itu rapat koordinasi (rakor) maupun panitia khusus (pansus). Pada intinya, dirinya tidak akan melakukan PAW, jika Gubernur Jatim belum mengeluarkan SK pemberhentian. Dan dirinya tidak akan berani melakukan PAW, malah justru ketika memberhentikan dia akan melakukan gugatan ungkapnya.

Seperti diketahui anggota DPRD Kabupaten Malang dari Fraksi Partai NasDem Lukito Eko Purwandono, tersandung kasus asusila yaitu terbukti melakukan perselingkuhan dengan istri orang lain dan sudah menjalani hukuman penjara selama lima bulan atas putusan vonis Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen, bahkan Lukito sudah dipecat dari kader Partai NasDem.

Surat pemberhentian sebagai kader partai sudah dilayangkan dengan Nomor 132-SI/DPP-NasDem/IV/2016. Dan dalam surat pemberhentian itu disebutkan jika Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem telah memberhentikan pada tanggal 30 April 2016, yang ditandatangani Ketua Umumnya Surya Paloh. Selain itu juga, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Jawa Timur (Jatim) juga menindaklanjuti surat pemberhentian Lukito yakni dengan Nomor Surat 029/SI.1/DPW-NasDem-Jatim/V/2016, yang saat itu ditandatangani oleh Ketua DPW Partai NasDem Jatim Effendi Choirie.

Dan tidak hanya DPW yang menindaklanjuti surat pemberhentian Lukito oleh DPP, namun Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kabupaten Malang juga menindaklanjuti surat pemberhentian dari DPW Jatim, dengan mengeluarkan surat dengan Nomor 0092/SI.2/DPD-Nasdem Malang/V/2016, yang waktu itu ditandatangani Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Malang Kresna Dewanata Phorosakh.cyn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *