Inflasi Kota Kediri Terendah Di Jatim

KEDIRI – Laju inflasi tahun kalender di Kota Kediri terendah di Jawa Timur, yakni sebesar 0,40% sedangkan Jawa Timur dan Nasional berada diangka 0,77%. Termasuk inflasi year on year (yoy) di Kota Kediri, lebih rendah 2,18% sedangkan Jawa Timur dan Nasional sebesar 3,01% dan 3,18%.

Kondisi ini disampaikan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri, saat menggelar rapat koordinasi (Rakor) yang dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Kediri, Enny Endarjati serta dihadiri oleh perwakilan dari Bank Indonesia Kediri, OPD Pemkot Kediri, BPS Kota Kediri dan KADIN Kota Kediri, Kamis (29/3).

Pada pembahasan rakor kali ini, Enny menjelaskan inflasi di Kota Kediri pada bulan Februari dipengaruhi oleh kenaikkan dari seluruh kelompok pengeluaran. Diantaranya, kelompok bahan makanan naik sebesar 0,83%, kelompok makanan jadi, rokok dan tembakau naik sebesar 0,11%, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar naik sebesar 0,07%, kelompok sandang naik sebesar 0,26%, kelompok kesehatan naik 0,04%, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga naik 0,01%, serta kelompok transport, komunikasi, dan jasa keuangan naik sebesar 0,20%.

Selain itu, Enny juga mengungkapkan beberapa komoditas yang memberikan sumbangan terbesar terhadap inflasi di Kota Kediri pada Februari diantaranya, bawang putih, bensin, tomat sayur, bawang merah, melon, cabai merah, emas perhiasan, rokok kretek filter, rokok kretek dan bandeng/bolu. Sedangkan komoditas yang memberi tekanan terbesar terhadap inflasi adalah daging ayam ras, telur ayam ras, wortel, kentang, terong panjang, pisang, sawi  hijau, kol putih, labu siam/jipang, dan susu bayi.

Di bulan Maret ini, Enny mengajak TPID Kota Kediri untuk mewaspadai kenaikan harga pada beberapa kebutuhan masyarakat, terutama harga bawang dan cabai rawit. Kenaikan itu berpotensi menjadi penyumbang terjadi inflasi. “Saya berharap kinerja keras TPID Kota Kediri dalam mempertahankan dan terus menjaga sinergitas, sehingga dapat menjaga keterjangkauan harga barang dan jasa di Kota Kediri untuk mengendalikan inflasi agar tetap rendah,” pungkasnya.rif

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *