Mahasiswa Dan DPRD Sepakat Tolak Kenaikan Harga BBM

ENREKANG – Keputusan pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite Rp 200 per liter, mulai menuai aksi penolakan.

Mahasiswa dan DPRD Kabupaten Enrekang Provinsi Sulawesi Selatan sepakat, menolak kebijakan yang dianggap tidak berpihak pada rakyat kecil. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kabupaten Enrekang, Senin (2/4/2018) berunjuk rasa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Gedung DPRD setempat.

Koordinator aksi, Intan menilai keputusan pemerintah menaikkan harga BBM yang ditetapkan saat ini, adalah keputusan semena-mena tanpa memikirkan kepentingan masyarakat. “Keputusan pemerintah menaikan harga BBM adalah keputusan sepihak dan tidak pro rakyat kecil,”teriak Intan dalam orasinya.

Para mahasiswa menuntut kebijakan kenaikan harga BBM yang putuskan pemerintah saat ini, agar ditarik kembali. “Kami berharap pemerintah membatalkan kebijakan kenaikan harga BBM,” harap Intan di depan para anggota DPRD Enrekang termasuk Ketua DPRD setempat, Disman Duma.

Pada kesempatan yang sama, Ketua DPRD Enrekang Disman Duma saat menerima perwakilan mahasiswa, mendengarkan aspirasi dan akan menindaklanjuti keluhan para mahasiswa tersebut.

Bahkan dengan lantang ia juga menolak menolak kenaikan harga BBM yang ditepakan pemerintah Jokowi-JK, karena dampak ekonominya di daerah cukup besar. Harga kebutuhan pokok akan ikut naik. “Insya Allah, kita sama-sama menolak kenaikan harga BBM ini,” tegas Disman.emm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *