Menikmati Eksotisnya Pantai Kondang Merak

MALANG – Pantai Kondang Merak menyajikan sebuah harmoni alam.  Riak gelombang pasir putih kian mempesona berhamburan bersama semburat senja. Kesan yang muncul pantai yang terletak tak jauh dari pantai wisata relegi Bale Kambang ini sangat menakjubkan.  Panorama alamnya ramah dan memanjakan wisatawan.

Terletak di Kecamatan Bantur Kabupaten Malang –  Jawa Timur,  obyek wisata ini layak dinobatkan sebagai salah satu destinasi wisata pantai. Terletak di bagiaj selatan dengan jarak tempuh dari Malang sekitar dua jam berkendaraan. Sepanjang jalan menuju ke sana memang tidak sulit lantaran infrastruktur jalannya tertata sangat rapih.  Hanya saja sekitar tujuh kilo meter menuju garis pantai belum beraspal. Kondisi jalan menanjak maupun menurun bukanlah hambatan.  Wisatawan merasa tertantang karena disitulah letak sensasinya.
“Kita merasa tertantang dengan jalanan berkelok dan memiliki tanjakan yang mendebarkan karena banyak bebatuan alam yang mengancam, ” ujar Wati Hendrika belum lama ini.

Kondisi jalan belum beraspal ini menjadi dilema.  Hutan di sepanjang jalan merupakan wilayah perhutani dengan status hutan lindung.  Di sisi lain Pemkab Malang berhasrat memperbaikinya untuk mempermudah akses ke pantai.

Melupakan polemik siapa yang mesti bertanggung jawab untuk memoles sisa jalan menuju pantai namun yang jelas kala menginjakan kaki di bibir pantai semua kegetiran dan keletihan serasa terobati.  Semangat menikmati pantai ibarat hasrat memburu nikmat alam.

Pemerintah setempat melalui Dinas Bina Marga telah mengagendakan perbaikan jalan yang tersisa.  Kepala Dinas Bina Marga Romdhoni mengaku peningkatan infrastruktur jalan menuju obyek wisata alam pantai merupakan suatu kewajiban pemerintah.  Akhasil jika semua jalannya dipersolek bakal meningkatkan kunjungan wisatawan.

Pantai Kondang Merak tidak saja menawarkan pesona alam.  Obyek wisata ini mampu memformulasikan sebuah relasi alam dengan sang Pencipta.  Beberapa batu yang tumbuh menjulang tinggi di tengah laut atau sekitar 300 meter dari bibir pantai menjadikan alasan pembenaran akan keagungan Tuhan semesta alam.

Keindahan pantai Kondang Merak bisa menahan wisatawan merasa betah.  Sungguh mempesona.  Kondang Merak adalah semburat senja menjelang.  Sisa cahaya matahari yang masih bertengger di permukaan air laut dengan sinar keemasannya melukiskan sebuah kisah yang tak pernah usai diceritakan. Keagungan Tuhan menghadirkan alam semesta dengan pesonanya yang dipunyai Kondang Merak.

Senja selalu menggoda.  Beberapa burung camar yang terbang mengitari wilayah pantai seakan memberi isyarat matahari segera tenggelam dan malam segera mencengkram.  Meski hari telah berlalu berganti malam,  Kondang Merak benar- benar setia kepada kebenaran dan keindahan akan pesona alam.yos naiobe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *