Prodamas Plus Andalan Pemkot Kediri

KEDIRI – Program Pemberdayaan Masyarakat (Prodamas) yang digulirkan Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri, sejak 2014 lalu dinilai berhasil. Kini sedang disiapkan Prodamas Plus, yang akan menjadi andalan Pemkot Kediri dalam membangun wilayahnya, mulai dari tingkat RT. Dalam Prodamas Plus akan menjangkau bidang pendidikan, kesehatan dan kepemudaan.

Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar yang akrab disapa Mas Abu ini mengatakan kedepan, akan menerapkan Prodamas Plus. Dalam pemanfaatannya tidak hanya untuk infrastruktur, sosial dan ekonomi. Namun akan ditambah kesehatan, pendidikan dan kepemudaan. “Jadi nanti anak muda ini akan memiliki program-program yang bagus, kalau tidak kita perhatikan pemuda nanti akan lari ke hal-hal yang negatif,” tutur Mas Abu.

Dijelaskannya jika rembug warga harus diperkuat, karena semua yang dibangun ataupun dibeli dari Prodamas nantinya akan dimanfaatkan juga untuk masyarakat. “Jadi kalau membangunan atau membeli barang dipilih kualitas terbaik, agar nantinya memiliki manfaat yang panjang hingga 10 tahun. Harga memang lebih mahal, tapi sebanding dengan waktu manfaatnya,” jelasnya.

Untuk diketahui Pemkot Kediri meluncurkan Prodamas sejak 2014 lalu, yakni program pembangunan daerah yang langsung dari tingkat RT. Dimana sesuai hasil rembug dengan warga, ditentukan pembangunan yang masuk prioritas. Guna memanfaatkan dana yang sudah dialokasikan untuk tiap RT sebesar Rp 50 juta per tahun. Jumlah RT di Kota Kediri mencapai 1.442, tersebar  di tiga kecamatan, yaitu Kota, Pesantren dan Mojoroto.

Sementara itu Kabag Humas Pemkot Kediri, Apip Permana ketika ditanya mengenai besarnya alokasi anggaran Prodamas Plus, apakah benar akan ditambah menjadi Rp 100 juta per tahun. “Apakah nilainya akan bertambah, belum dipastikan karena masih digodok oleh tim. Selanjutnya akan dimintakan persetujuan dewan,” kata Apip.

Sementara itu, Prodamas 2018 yang diberikan untuk RT sudah mulai berjalan. “Untuk Prodamas 2018, sampai dengan 15 Maret kemarin sudah ada 539 RT yang dananya sudah cair. Ini berdasarkan data Simda dari DPPKAD Kota Kediri,” ungkapnya.ais

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *