32 Tahun Perjalanan IBU, Melahirkan 50 Ribu Sarjana

Foto : Cholil

Malang, Zonanusantara.comInstitut Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Budi Utomo Malang, Jawa Timur, tahun ini genap berumur 32 tahun. Perguruan tinggi swasta (PTS) ini memiliki dua unit gedung kampus megah dan representatif, di kawasan jantung Kota Malang.

PTS yang lazim disingkat IBU, kependekan dari IKIP Budi Utomo, ini berdiri pada 1984. Dalam kurun waktu 32 tahun, IBU kini telah berhasil melarikan 50 ribu sarjana. Sebagian besar lulusannya telah terserap diberbagai lapangan kerja, baik swasta maupun pemerintahan.

Bertepatan dengan Dies Natalis ke-32, IBU mewida 1.232 mahasiswa. Wisudawan dengan jumlah jumbo tersebut diklaim sebagai yang terbesar sepanjang sejarah berdirinya PTS dengan gedung kampus bernuansa biru itu.

Rektor IBU, Dr H. Nurholis Sunuyeko, MSi mengatakan IBU telah mengantungi akreditasi B. Ia berharap tahun depan bisa mendapatkan akreditasi A. Mendapat status akreditasi diakui sangat sulit dan berat. Meski demikian, Yai, sapaan akrabnya, tetap optimistis dalam mengelola PTS yang ia komandani.

Yai menargetkan mendorong para dosen untuk meningkatkan sumber dayanya melalui jenjang pendidikan tingkat doktor. Bahkan diarahkan maksimal bisa profesor.

“Pengajar didorong lebih banyak lagi doktor dan profesor. Akselarasi daya tangkap dan informasinya tinggi. Maka kemajuan teknologi informatika (TI) berbasis online harus selalu diakeses dengan menggunakan tablet,” kata Rektor IBU saat ditemui di GOR Ken Arok, Sabtu (30/3/2019).

Foto : Cholil

Ia jelaskan, lulusan IBU banyak yang diserap sesuai kompetensi akademiknya. Selain diterima menjadi aparatur sipil negara (ASN) diberbagai daerah, khusus di Kota Malang, angka perolehan kerja yang berasal dari IBU mencapai 90 persen.

“Tigapuluh lowongan guru di kota Malang, enambelas di antaranya diraih sarjana alumni IBU,” tutur Yai dalam nada bangga.

Wisuda tahun ini, tujuh mahasiwa dinobatkan sebagai wisudawan terbaik. Mereka antara lain, Nia Deby Septiwati dari Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia meraih Cumlaude dengan IPK 4.00; Marthen Ndilu Wiritana, Jurusan Matematika, IPK 3.98; Nurfita Sulistyo Handayani, Jurusan Ekonomi, IPK 3. 97; Khalimatus Sa’diah, Jurusan Biologi, IPK 3.91; Hascahya Trilion Laksono, Jurusan Sejarah, IPK 3, 90; Hendi Imam Fadoli, Jurusan PJKR, IPK 3, 88. Wisudawan terbaik terakhir, Vincensia Kurniadi Pao Sogen dari Prodi Bahasa Inggris dengan IPK: 3.85.

Prof Dr Ir Suprapto dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah 7, mengatakan dalam proses pendidikan harus mengutamakan mutu.

“Saya percaya, karena IKIP Budi Utomo dapat menata lebh bagus ke depan,” kata dia singkat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here