Andi Amar Ma’ruf Sulaiman Mengurai Persoalan Pupuk untuk Masa Depan Pertanian Indonesia

517ae695 4a3d 4b27 83b9 0668637549da - Zonanusantara.com
Andi Amar Ma'ruf Sulaiman kembali menemui masyarakat Bone dalam acara "Saatnya Bone Didengar" di RC Teras Cafe Bone.

BONE–Andi Amar Ma’ruf Sulaiman kembali menemui masyarakat Bone dalam acara “Saatnya Bone Didengar” di RC Teras Cafe Bone. Acara yang dipandu langsung oleh Andi Mattuju ini mengangkat tajuk besar, “Indonesia Cetak Sejarah Kenapa Tidak?” dengan nuansa yang lebih santai, melibatkan dua panelis yakni selebgram Nia Pakoneri dan Pengamat Politik Wawan Mirawan, Minggu, 28 Januari 2024.

Dalam momentum yang berlangsung, sejumlah audiens hadir dengan pertanyaan bervariasi, mulai dari persoalan pupuk hingga alasan Andi Amar ingin menjadi caleg daripada fokus sebagai pengusaha yang sudah banyak membantu masyarakat.

Read More
Baca Juga :  Prof. Satyanegara, Anak Rantau Kangen Kampung Halaman

Menanggapi pertanyaan tersebut, Andi Amar menggarisbawahi potensi besar Indonesia dalam sektor pertanian. “Kita adalah salah satu lumbung pangan dunia yang sangat berpotensial untuk menjadi penyumbang terbesar di dunia,” ungkapnya.

Mengenai persoalan pupuk, Andi Amar menyatakan bahwa meskipun telah ada penambahan kuota pupuk sebesar 14 triliun oleh Bapak Menteri Pertanian dan Presiden, namun masih terdapat kekurangan di lapangan. “Ternyata kita pantau-pantau lagi ada mungkin beberapa orang yang kita bilang cukup nakal yang memainkan hal tersebut. Maka dari itu, hal seperti ini tidak boleh dibiarkan. Masyarakat yang menemukan silahkan dilaporkan dan bisa diviralkan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Andi Amar menegaskan bahwa penyelesaian persoalan pupuk bukan hanya soal substansi, namun juga anggaran yang harus sesuai dengan kebutuhan. “Kami memiliki prinsip yaitu Barang Siapa dititipkan oleh Allah sebagai amanat kepemimpinan ketika dia meninggal dia curang, maka tidak sekalipun diharamkan dirinya masuk surga. Prinsip kami bagaimana kita masuk surga,” paparnya.

Baca Juga :  Kisah Inspiratif Mutia Qarirah, Juara I Lomba Menulis Surat Bahasa Bugis untuk Ibu di Hari Ibu Nasional

Andi Amar juga mengungkapkan alasan di balik keputusannya untuk menjadi caleg daripada fokus sebagai pengusaha. “Kami memiliki 63 perusahaan dengan jumlah karyawan 7-15 ribu orang, sementara penduduk Sulsel sekitar 6 juta orang lebih. Kalau kita buka perusahaan hanya berapa saja terserap. Kalau dipemerintahan kita bisa mengamodir apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Makanya saya berusaha untuk bergabung di pemerintahan sebagai wakil rakyat. Saya ingin bagaimana mempengaruhi,” jelasnya.

Acara ini memberikan ruang bagi masyarakat untuk mendengarkan langsung visi dan misi dari Andi Amar Ma’ruf Sulaiman, serta berinteraksi langsung melalui pertanyaan dan tanggapan. (*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *