Andi Yuslim : Dalam Permainan Catur Bila Raja Bergerak Sinyal Dalam Posisi Bahaya

Andi Yuslim : Dalam Permainan Catur Bila Raja Bergerak Sinyal Dalam Posisi Bahaya
Ist

Jakarta – Presiden Joko Widodo belakangan ini sibuk mencari dukungan untuk putra sulungnya Gibran Rakabuming Raka. Sebagai kepala negara tindakan ini dinilai membahayakan demokrasi. Presiden seharusnya netral.

Menyikapi kesibukan presiden Joko Widodo, politisi muda asal Sulawesi Selatan, Andi Yuslim Patawari mengatakan pergerakan mantan walikota Solo itu menandai dalam posisi bahaya atau sinyal kekalahan. Salah satu timses paslon 01 Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar ini lebih lanjut menganalogikan dengan permainan catur.

“Dalam pertandingan catur, biasanya yang saling menyerang itu pion atau bidak lain seperti kuda, benteng atau permaisuri. Bila raja bergerak itu artinya posisi sudah tidak aman atau terancam kalah,”kata AYP sapaan Andi Yuslim Patawari, Selasa (30/1).

Caleg DPR Jabar 09 dari partai NasDem ini menegaskan sikap Joko Widodo atau Jokowi secara terang-terangan mendukung Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024 merupakan awal tanda bahaya untuk pasangan tersebut.

Baca Juga :  Kuasai Empat Dapil PKS Siap Menangkan BerAmal Satu Putaran

Presiden baginya seperti raja dalam permainan catur. Siapa pun yang mengerti permainan catur pasti paham, kalau raja mulai banyak bergerak ke sana ke sini, artinya dia sudah panik.

Diketahui belakangan ini Jokowi aktif turun ke daerah-daerah. Dalam kunjungan itu Jokowi membagi bagikan bansos kepada masyarakat. Namun kesibukan ini dipersepsikan sebagai kampanye terselubung untuk paslon nomor 2. Prabowo Gibran

Raja yang diasumsikan Andi Yuslim Patawari adalah Jokowi yang kini menjabat sebagai Presiden RI. Lantaran putra sulungnya Gibran ikut kontestasi pada Pilpres 2024, Jokowi aktif turun gunung. Diduga kegiatan jokowi sebagai presiden ikut membantu memenangkan paslon Prabowo Gibran.

Wakil rektor Universitas Jakarta ini mengutip pernyataan Jokowi bahwa presiden dan wakil presiden boleh berkampanye dalam pemilihan umum (pemilu). Pernyataan Jokowi lanjut AYP merujuk pada ketentuan Undang-undang (UU) Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Baca Juga :  Berkampanye di Wilayah Kecamatan Pakis, Sanusi Bocorkan Wacana Pembangunan Terminal Bus Wisata

“Daripada memihak, lebih baik presiden memastikan Pemilu 2024 aman dan lancar tanpa ada intervensi. Ini akan membuat Jokowi dikenang sebagai Presiden negarawan, tidak seperti sekarang. Semoga saja raja itu tidak menjadi firaun jaman modern,” tandasnya.

 

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts