Bank Mandiri Peduli Pendidikan di Timor Tengah Utara, NTT

Gedung SD kecil di Tamkesi sebelum dibangun Bank Mandiri (foto : Lius Salu)

Kefamenanu, Zonanusantara.com – Bank Mandiri menunjukan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan. Salah satu bank swasta nasional ini mewujudkan bentuk kepeduliannya dengan membangun sebuah gedung, Sekolah Dasar di Desa Tautpah, Kecamatan Biboki Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara.

Personal In Cars (PIC) CSR Regional Bali dan Nusa Tenggara, Derry Wellem Dethan mengatakan, bantuan ini terlaksana atas kerja sama Bank Mandiri dengan Yayasan Tangan Pengharapan.

Bank Mandiri, kata Derry, akan terus merealisasikan komitmen untuk perkembangan dunia pendidikan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia.

Salah satu bentuk realisasi komitmen tersebut adalah bantuan CSR Bank Mandiri berupa pembangunan gedung SD Kecil Tamkesi, bekerjasama dengan Yayasan Tangan Pengharapan.

“Ini salah satu bentuk kepedulian kami. Kami selalu mensuport kegiatan-kegiatan seperti ini yang nantinya mensuport kegiatan-kegiatan yang nantinya akan berguna dalam jangka panjang,”kata Derry saat menghadiri acara peresmian gedung yang dibangunnya, Selasa (02/04/2019).

Derry mengungkapkan, melalui CSR Bank Mandiri akan memberikan bantuan serupa kepada daerah lain di NTT seperti Labuan Bajo, Ende, Maumere, Larantuka, Adonara dan Waingapu.

“Hampir semua daerah di NTT mendapatkan bantuan dari Bank Mandiri,”ucap Derry.

Bantuan ini kata Derry, merupakan bagian visi – misi Bank Mandiri yakni Spirit Memakmurkan Negeri. Salah satu pilar bantuan CSR Bank Mandiri adalah kemandirian dan edukasi.

“Bantuan dari CSR Bank Mandiri bervariasi. Ada yang berupa fasilitas umum, tempat ibadah, dan sekolah. Tergantung studi kelayakan yang dilakukan Bank Mandiri,”tandasnya.

Untuk membangun SD di Tamkesi Bank Mandiri menyediakan anggaran sebesar Rp 300 juta. Terdiri dari tiga ruang kelas baru, satu perpustakaan dan kamar tidur untuk guru – guru. Dikatakan sebelumnya, pihaknya telah meresmikan sebuah gedung sekolah yang dibangun Bank Mandiri di Labuan Baki, Manggarai Barat, NTT.

“Dalam tahun ini sudah dua sekolah yang diresmikan atas bantuan Bank Mandiri,” ungkap Derry.

Koordinator Yayasan Tangan Pengharapan wilayah NTT, Alvon Sukandi mengatakan, pembangunan SD Kecil Tamkesi merupakan titik awal bagi generasi muda SD Kecil Tamkesi menuju dunia globalisasi.

“Ini adalah masa depan adik-adik. Karena itu rawatlah sebaik mungkin agar gedung ini tidak menjadi tempat naungan ternak bapak mama di sini demi masa depan anak-anak,”pintanya.

Alvon mengucapkan terima kasih kepada pihak Bank Mandiri atas kerjasamanya dalam mewujudkan pendidikan di desa adat Tamkesi, juga kepada pemerintah desa yang ikut mendukung pembangunan SD Kecil Tamkesi.

Kepala Sekolah SDK Sufa, Yosep Herman Mnekan tak mampu mengekspresikan kebahagiaannya menerima sebuah gedung baru yang lebih layak. Ia menuturkan gedung lama umurnya sudah tua. Atap seng banyak yang sudah karat. Apalagi hanya berdinding seandainya. Dengan gedung baru ini, Yosep mengaku sangat bermanfaat bagi guru dan para siswa di sekolah itu.

“Kami hanya bisa mengucapkan terimakasih yang tak terhingga kepada Bank Mandiri dan Yayasan Tangan Pengharapan,”ungkapnya.

Saat ini, SD Tamkesi hanya memiliki tiga ruang kelas. Praktis hanya untuk kelas 1 hingga kelas 3. Sementara untuk kelas 4 dan 6 mengikuti proses belajar mengajar di sekolah induk SDK Sufa. SD kecil Tamkesi memiliki tiga orang guru. Dua orang pengajar diangkat melalui komite, sementara satu tenaga lainnya adalah guru PAUD.

Selain membangun gedung sekolah, Bank Mandiri juga memberikan ratusan alat tulis menulis kepada para siswa di sekolah itu.

Sesudah dibangun Bank Mandiri. (Foto : Lius Salu)

Peresmian sekolah ini diawali dengan perayaan misa syukur dipimpin rohaniawan Katolik, Romo Oktovianus Neno, Pr dari Paroki St. Petrus Kanisius Manufui, dihadiri Area Operation ManagKupang Muhammad Hanafi, Branch Manager Bank Mandiri Kefamenanu, Putu Budi Putrantho, dan sejumlah pejabat dari Kecamatan Biboki Selatan.

Sekilas tentang Tamkesi. Lokasinya jauh dari Kota Kefamenanu, ibukota Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT. Sekitar 60 kilometer. Secara geografis, Tamkesi yang merupakan salah satu wilayah kekaiseran Biboki ini lebih dekat ke kota Atambua, NTT.

Untuk sampai ke sana dibutuhkan waktu empat jam menggunakan kendaraan. Karena masih kuat dengan kearifan lokal, pemerintah setempat menetapkan Tamkesi sebagai salah satu desa adat. Mata pencaharian penduduk setempat adalah bertani ladang. Sebagian kecil nelayan dan PNS.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here