Dana Pembangunan Patung Kristus Raja di TTU Dialihkan untuk Bedah Rumah

Bupati TTU, Raymundus Fernandez

Kefamenanu Zonanusantara– Dana pembangunan Patung Kristus Raja di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akan dialihkan untuk Program Berarti (bedah rumah layak huni).

Hal tersebut diungkapkan Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes belum ini, menyusul batalnya rencana pembangunan Patung Kristus Raja setinggi 58 meter.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan DPRD TTU telah menganggarkan dana Rp 39 miliar lebih untuk pembangunan taman doa dan Patung Kristus Raja, di bukit Neonbat, Kelurahan Maubeli, Kecamatan Kota Kefamenanu.

“Dananya akan kami alihkan ke program bedah rumah tidak layak huni. Karena proses perencanaan yang dilakukan oleh perusahaan perencana asal jadi, sehingga pemerintah daerah tidak berani memaksakan pembangunan patung tersebut. Karena jika dipaksakan, banyak orang yang akan masuk penjara,” kata Bupati Raymudus kepada awak media belum lama ini.

Pengalihan dana pembangunan Patung Kristus Raja untuk program bedah rumah layak huni, menurut Bupati Raymundus untuk meningkatkan volume penerima bantuan rumah layak huni.

Pada kesempatan itu, Bupati Ray sapaan akrab Raymundus berencana menambah Rp. 80 miliar untuk pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat pada sidang perubahan anggaran tahun 2019 nanti. Pada tahun 2020 akan ditambahkan lagi 12.500 unit rumah. Sisanya akan dialokasikan pada tahun anggaran 2021.

Penambahan volume penerima bantuan rumah layak huni, menurut Bupati Ray, guna membantu masyarakat Kabupaten TTU yang belum mempunyai rumah layak huni.

“Kalau pembangunan patung tersebut gagal, maka program bedah rumah tidak boleh gagal,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, program pembangunan Patung Kristus Raja dan program bedah rumah layak huni merupakan program unggulan Bupati dan Wakil Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes dan Aloysius Kobes.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here