Fransiskus Xaverius Roja (Foto : Lius Salu)

Kefamenanu, zonanusantara.com,– Penantian puluhan tahun masyarakat desa Bokon Kecamatan Miomaffo Timur, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur segera menikmati cahaya listrik.

Manager PLN Rayon Kefamenanu, Fransiskus Xaverius Roja mengungkapkanh ini saat dikonfirmasi, Senin (11/11).

“Desa Bokon itu cepat karena perluasan TR 1KMS saja dan sementara on progres pengerjaan jaringan,” ujarnya.

Puluhan tahun merdeka, warga di wilayah Miomafo Timur ini hanya mengandalkan pencahayaan apa adanya yang mereka rakit sendiri dari kaleng, berukuran sedang sesuai yang diinginkan. Untuk mendapt pencahayaan kaleng yang telah dipasangi sumbu itu diisi minyak tanah.

Roja mengaku dirinya saat ini sedang mengejar kontraktor pelaksana dari PT. Prima Angakasa Kupang untuk berkoordinasi dengan masyarakat untuk menyiapkan biaya instalasi dan pemasangan.

“Untuk dusun Lefnono, saya belum melihat gambarnya apakah sampai atau tidak. Kalau belum berarti kita akan usulkan untuk Listrik dusun (lisdus) tahun 2020 nanti,” imbuhnya.

Menyingung target Lisdes untuk Kabupaten TTU, Roja mengatakan akan molor ke 2020 karena ada 9 desa yang kontraknya baru turun sehingga tidak mungkin dilaksanakan dalam waktu dua bulan seperti yang ditargetkan PLN Rayon Kefa.

“Karena ada 9 desa yang kontraknya baru turun maka pasti molor sampai 2020. Target kita bulan April-Mei 2020 harus sudah tuntas desa sesuai program 75-100 HUT RI, semua desa sudah harus berlistrik,”terangnya.

Masih Roja bahwa, terhitung dari dirinya masuk bekerja sebagai Manager PLN Rayon Kefamenanu, dari total 54 desa di TTU yang belum berlistrik, sudah 32 desa yang menyala sekarang.

” Dari 54 desa di TTU yang belum berlistrik, sekarang sudah 32 desa yang menyala. Progres lisdes di Kabupaten TTU sudah 95 persen tinggal 9 desa yang belum,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here