Didemo Karena Pecat Tiga Aparat Desa, Ini Jawaban Kades Ngenep

Warga Desa Ngenep, saat mendatangi kantor desa (Foto: Toski D)

Malang, Zonanusantara.com – Sekitar puluhan warga Desa Ngenep, Karangploso, mendatangi kantor Desa Ngenep, Karangploso pada Kamis (28/02/19). Massa yang hadir menuntut Kepala Desa Ngenep, Niti Ahmad, agar turun dari jabatannya karena dinilai tidak becus dalam memimpin desa.

Achmad Rizaly selaku koordinator aksi mengatakan warga menuntut Niti Ahmad agar mundur dari jabatannya sebagai kepala desa karena dinilai telah menimbulkan konflik di wilayah yang dipimpinnya.

“Kades sangat arogan dan sewenang-wenang sebab telah menghentikan secara sepihak tiga perangkat desa,” ungkap Achmad Rizaly kepada para awak media.

Dalam aksi damai ini, perwakilan warga dipersilakan melakukan mediasi di aula kantor Desa Ngenep. Dalam Kabag Ops. Polres Malang, Kompol Sunardi Riyono memimpin langsung proses mediasi kedua belah pihak.

Menanggapi aksi itu, Niti Ahmad mengatakan pihaknya telah mengambil keputusan memberhentikan ketiga perangkat tersebut karena dinilai sudah lalai dalam mengjalankan tugasnya dan diduga telah menggelapkan uang untuk proses Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

“Ketiga perangkat itu dua merupakan Kepala Dusun (Kasun), dan satu kepetengan (keamanan),” ujar Niti Ahmad.

Mereka, kata Niti, juga jarang masuk kerja. Selain itu, mereka telah diduga telah menggelapkan uang PTSL sebesar kurang lebih Rp 150 juta.

“Uang tersebut saat ini sudah dikembalikan. Sebelum memecat, saya telah memberikan teguran baik lisan dan tertulis,” jelasnya lagi.

Adapun Camat Karangploso Dyah Ekawati Nicotiana menjelaskan bahwa terkait permasalahan ini pihaknya menyerahkan sepenuhnya pada instansi terkait.

“Jika bersalah, untuk pengangkatan perangkat desa akan ditangani oleh pihak Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), tapi jika tentang dugaan penyelewengan pihaknya akan menyerahkan sepenuhnya ke pihak Inspektorat,” jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here